Pemprov Jatim Siapkan Bantuan Benih bagi Petani Gagal Panen karena Banjir di Pasuruan

Amal Taufik
Friday, 27 Mar 2026 16:54 WIB

BANJIR: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau banjir.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Dampak banjir di Kabupaten Pasuruan mulai merembet ke sektor pertanian. Sejumlah lahan padi dilaporkan mengalami puso atau gagal panen setelah terendam air dalam waktu cukup lama.
Kondisi ini membuat petani merugi dan harus memulai kembali masa tanam dari awal. Pemerintah pun mulai bergerak melakukan pendataan untuk memastikan luas lahan yang benar-benar terdampak.
Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan mencatat, sekitar 158 hektare tanaman padi terdampak banjir di dua kecamatan, yakni Rejoso dan Winongan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, verifikasi dilakukan langsung di lapangan agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran. Tim penyuluh diturunkan ke desa-desa untuk memastikan lahan yang masuk kategori puso.
“Pendataan dilakukan bersama, termasuk dengan pemerintah kabupaten, untuk memastikan lahan yang benar-benar terdampak,” ujarnya saat meninjau banjir di Pasuruan, Kamis (26/3/2026).


Sebagai langkah awal pemulihan, pemerintah provinsi menyiapkan bantuan benih gratis bagi petani yang lahannya dinyatakan gagal panen total. Bantuan ini diharapkan bisa mempercepat petani kembali menanam setelah banjir surut.
“Untuk lahan yang sudah dipastikan puso, akan kami bantu benih agar petani bisa segera tanam kembali,” kata Khofifah.
Selain itu, pemerintah juga mulai menyiapkan langkah perbaikan di sektor pendukung, terutama jaringan irigasi yang ikut rusak akibat banjir. Perbaikan ini dinilai penting agar distribusi air kembali normal saat musim tanam berikutnya.
Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori mengatakan, banjir di Pasuruan membutuhkan penanganan lebih serius. Penanganan tidak bersifat insidental, tetapi penting ada solusi jangka panjang. “Kami akan melakukan kajian untuk mencari solusi jangka panjang, terutama agar akses warga tidak lagi terputus saat banjir,” ujar Shobih. (pik/why)



Share to
 (lp).jpg)



