Iqbal Al Fardi


Wartawan Tadatodays.com | 2022-08-17 11:37:55

Pemulung Ikut Upacara Agustusan di TPA Pakusari Jember

AGUSTUSAN: Upacara pengibaran bendera merah putih di TPA Pakusari, Jember, yang juga diikuti oleh para pemulung.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember menggelar upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari, Rabu (17/8/2022). Yang menarik, upacara tersebut juga diikuti para pemulung. 

Upacara ini dimulai pukul 08.30 di zona penyangga yang baru dibuat tahun ini di TPA Pakusari. Lokasi tepatnya di depan ornamen gorila yang dibuat dari styrofoam dan tali rafia bekas.

Baca Juga : Kebakaran TPA Pakusari Merembet, Terjunkan Armada Damkar Tambahan

Tim pengibar bendera dan pimpinan upacara berasal dari Ponpes Nidhomiyyah.  Upacara tersebut juga dihadiri oleh beberapa organisasi, institusi, dan karyawan TPA Pakusari. Berikutnya, ada komunitas peduli lingkungan Kabupaten Jember, Ponpes Nidhomiyyah, pelajar SMP Nidhomiyyah, SMK Ghaniyatul Ulum, Muslimat, Fatayat, IPNU, Ansor, dan IPPNU Pakusari.

Baca Juga : Lima Hari Kebakaran di TPA Pakusari Belum Padam, Gelar Salat Istisqa

Yang istimewa, DLH Kabupaten Jember turut melibatkan para pemulung TPA Pakusari untuk ikut serta dalam upacara ini. Pemulung pun rela mengikuti upacara tersebut dengan khidmat.

Is, salah seorang pemulung mengaku bahagia bisa mengikuti agenda tersebut. "Ya, saya bahagia ikut acara ini. Juga meluangkan waktu buat hadir," ujar Is yang sudah 20 tahun memulung sampah di TPA Pakusari.

Menurutnya, para pemulung tidak diwajibkan untuk mengikuti upacara tersebut. "Nggak wajib ikut. Tapi karena senang dengan agenda seperti ini," ujar perempuan 50 tahun ini. 

Usai mengikuti upacara HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Is dan para pemulung lainnya langsung pergi balik bekerja.

Sementara, pengawas TPA Pakusari Muhammad Masbut menjelaskan bahwa agenda tersebut digelar untuk menanamkan kecintaan terhadap negara dan lingkungan. "Agenda ini diadakan untuk menanamkan rasa cinta terhadap negara dan lingkungan," jelasnya.

Ia juga menyatakan bahwa para pemulung sudah dua kali hadir di acara yang sama. "Sudah dua kali mereka (pemulung TPA Pakusari, red) ikut agenda yang sama. Ini agar masyarakat tahu bahwa para ‘pahlawan sampah' ini juga mencintai negaranya dengan caranya sendiri," tuturnya.

Masbut menjelaskan bahwa pemulung sampah di TPA Pakusari berkontribusi mengurangi 7 persen sampah harian di TPA Pakusari. (Iaf/why)