Pengecer Kosong, Pertamina Minta Warga Jember Beralih ke Pangkalan Resmi LPG 3 Kg

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Wednesday, 11 Feb 2026 17:26 WIB

Pengecer Kosong, Pertamina Minta Warga Jember Beralih ke Pangkalan Resmi LPG 3 Kg

GAS: Salah satu toko pengecer gas elpiji 3 kg di wilayah Kaliwates.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Kelangkaan LPG 3 kilogram mulai terasa di tingkat pengecer di Jember. Di tengah kondisi itu, Pertamina memastikan pasokan gas bersubsidi tetap tersedia dan distribusi ke pangkalan berjalan normal.

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyebut lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri menjadi faktor yang terus dipantau agar distribusi tidak terganggu.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, konsumsi LPG 3 kg di Jember tergolong tinggi. Rata-rata mencapai 70 ribu tabung per hari. “Secara harian, rata-rata konsumsi LPG 3 kilogram bersubsidi di wilayah Jember sekitar 70.000 tabung,” kata Ahad, Rabu (11/2/2026).

Ia menegaskan, tidak ada pengurangan suplai dari Pertamina. Distribusi ke pangkalan resmi diklaim tetap berjalan setiap hari. Namun, masyarakat diminta tidak bergantung pada pengecer karena harga di level tersebut tidak terikat aturan harga eceran tertinggi (HET).

Menurutnya, HET LPG 3 kg di Jawa Timur ditetapkan Rp18.000 per tabung. Sementara di pengecer, harga bisa melambung karena tidak masuk dalam pengawasan distribusi resmi. “Pengiriman ke pangkalan berjalan normal. Tapi pengecer tidak diatur HET, sehingga harga di lapangan bisa tidak terkendali,” ujarnya.

Pertamina menilai kelangkaan yang dirasakan masyarakat lebih sering terjadi di pengecer. Penyebabnya karena stok terbatas dan cepat habis, terlebih saat konsumsi meningkat, termasuk dari sektor UMKM.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan Ramadan, Pertamina menyiapkan tambahan pasokan. Estimasinya sekitar 50 ribu tabung per hari menjelang Ramadan. “Selama Ramadan sampai menjelang Idul Fitri, kami akan terus memonitor perkembangan konsumsi masyarakat,” tambahnya.

Pertamina juga membuka kanal pengaduan jika masyarakat menemukan dugaan penyimpangan distribusi LPG subsidi di pangkalan resmi. Pangkalan resmi dapat dikenali dari papan nama hijau yang memuat nomor pangkalan, nama pangkalan, dan nomor kontak pemilik.

Pengaduan bisa disampaikan melalui Pertamina Call Center 135 atau akun Instagram resmi @pertamina.135. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi akan diberikan bertahap, mulai dari peringatan hingga pemutusan hubungan usaha (PHU). "Kami optimis kebutuhan LPG subsidi di Jember tetap bisa terpenuhi selama periode Ramadan hingga Idul Fitri, sepanjang distribusi berjalan sesuai jalur resmi," katanya. (dsm/why)


Share to