Pengisian Avtur Resmi Beroperasi di Bandara Notohadinegoro Jember

Dwi Sugesti Megamuslimah
Thursday, 15 Jan 2026 17:23 WIB

BAHAN BAKAR: Proses pengisian avtur di Bandara Notohadinegoro.
JEMBER, TADATODAYS.COM - Layanan pengisian bahan bakar pesawat (avtur) resmi beroperasi di Bandara Notohadinegoro. Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah penting dalam mendukung konektivitas udara sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember.
Eksekutif General Manager PT Pertamina Patraniaga Regional JatimBaliNus Iwan Yudha Wibawa, mengatakan bahwa pengoperasian layanan avtur merupakan bentuk komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung kebutuhan energi masyarakat, khususnya sektor penerbangan di Jember.
“Pertamina Patra Niaga selalu siap mendukung perkembangan dan pertumbuhan Jember, terutama di sektor penerbangan. Bandara Notohadinegoro membutuhkan peningkatan layanan dan kami menyiapkan sumber daya terbaik agar operasional avtur dapat berjalan dengan baik,” ujarnya, Kamis (15/1/2026) siang.
Pada tahap awal, Pertamina Patra Niaga menyiapkan satu unit refueller, satu troli, dan satu bridging. Kapasitas pengisian avtur mencapai 3.000 liter per penerbangan, dengan frekuensi sementara dua penerbangan per minggu. Adapun kapasitas tangki yang tersedia mencapai 16.000 liter.
Pasokan avtur untuk Bandara Notohadinegoro disuplai dari dua titik, yakni Depo Banyuwangi dan Depo Juanda Surabaya. Menurut Iwan, skema ini memastikan ketersediaan avtur tetap aman dan berkelanjutan.
“Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan armada refueller atau pembangunan depo avtur di Jember seiring meningkatnya aktivitas penerbangan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut pengoperasian pengisian avtur di Bandara Notohadinegoro sebagai momentum penting dalam upaya meningkatkan pelayanan transportasi udara di daerah.
“Ini bagian dari ikhtiar kami untuk menghubungkan Jember dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi nasional seperti Jakarta dan Bali. Sekarang pesawat tidak perlu lagi mengisi bahan bakar di daerah lain,” ujar Fawait.
Ia menambahkan, keberadaan layanan avtur di Jember berdampak langsung pada efisiensi operasional maskapai dan penurunan harga tiket. “Harga tiket Jember–Jakarta yang sebelumnya di kisaran Rp2 jutaan, kini bisa turun mulai Rp1,4 juta hingga Rp1,5 juta,” jelasnya.
Fawait juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, DPR RI, serta jajaran Pertamina Patra Niaga yang dinilai bergerak cepat. “Di daerah lain prosesnya bisa berbulan-bulan, di Jember alhamdulillah tidak sampai dua minggu sudah terealisasi,” tegasnya.
Dengan beroperasinya layanan pengisian avtur ini, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis aktivitas penerbangan akan terus meningkat dan berdampak positif bagi perekonomian serta mobilitas masyarakat. (dsm/why)


Share to
 (lp).jpg)