Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-27 21:35:29

Penyandang Disabilitas di Jember Ikuti Kompetisi Barista

SEMANGAT: Sugiyanto tengah meracik kopi dalam suatu lomba yang melibatkan barista profesional.

JEMBER-TADATODAYS.COM - Keterbatasan fisik pada kakinya tidak menyurutkan semangat Sugiyanto dan Dhafir untuk mengikuti kompetisi barista. Barista adalah peracik kopi profesional. Kedua penyandang disabilitas itu mengikuti event bertajuk Barista Fun Battle di salah satu hotel ternama di Jember, Minggu (27/9/2020).

Ditemui usai lomba, Sugiyanto mengatakan, perlombaan kali ini menjadi kali kedua yang diikuti olehnya. Baginya fisik bukan kendala, melainkan keterbatasan alat. "Ini tahun kedua saya ikut acara lomba seperti ini," kata dia.

Diakui olehnya, sehari-hari dirinya bukanlah seorang Barista, melainkan tukang service ponsel. Namun dirinya mengaku hobi meracik kopi layaknya barista professional. Hal itulah yang mengatantarkan dirinya sebagai juara dua dalam Barista Fun Battle pada tahun 2019 lalu.

Senada dengan yang disampaikan Sugiyanto, peserta lainnya Dhafir yang mengalami kondisi yang sama. Ia memiliki keinginan dan memang dirinya senang dengan hal-hal yang berkaitan dengan seni meracik kopi itu.

"Alasan kami itu, karena banyak teman-teman kita yang punya (usaha) kopi. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk kami bisa menjadi barista. Apalagi kami juga adalah seorang pecinta kopi," katanya.

Dhafir yang sehari-hari bekerja sebagai pengrajin kaki palsu ini, juga memiliki keinginan lebih untuk menjadi seorang barista profesional. "Passion menjadi barista tidak hanya dimiliki yang normal. Kami yang punya keterbatasan fisik, juga bisa menunjukkan skill kami," ungkapnya.

Terpisah, General Manager Meotel Jember, Helman Dedy Chandra mengatakan, kompetisi barista, menjadi kesempatan bagi para barista untuk lebih melatih kemampuan dan mengasah keahlian di bidang seni meracik kopi.

"Tahun ini adalah tahun ketiga kami menggelar even ini. Yang memberikan wadah bagi barista-barista lokal untuk lebih profesional. Bagi yang memiliki passion dibidang seni meracik kopi, ini wadahnya," kata pria yang akrab dipanggil Andra ini.

Pada masa Pandemi covid-19 saat ini, diakui Andra, tidak mudah menggelar even yang sifatnya mengumpulkan banyak orang. "Tapi tetap kita tekankan protokol kesehatan untuk menjaga diri dari penyebaran virusnyam Kami juga mensterilkan lokasi lomba agar tetap aman," katanya.

Even kompetisi barista yang dia gelar, adalah cikal bakal dari munculnya peracik kopi profesional dari daerah. "Dulunya even ini ada di Yogyakarta, kemudian kita gelar di sini, dan ternyata atensinya menarik. Bahkan tahun ini, juri kami adalah barista perempuan yang sudah punya nama di tingkat nasional. Memang susah mendatangkan ke Jember karena kondisi pandemi," ujarnya.

Terkait peserta dalam even nasional itu, diakui Andra jumlahnya terbatas dan mempertimbangkan kondisi pandemi covid-19. Untuk peserta jumlahnya dibatasi kurang lebih 50 orang, dari kabupaten/kota di Jawa Timur dan provinsi luar.

"Even ini kami gelar dua hari, mulai Sabtu kemarin, dan Minggu hari ini. Juga ada class coffee bagi teman-teman disabilitas untuk melatih skillnya tentang meracik kopi," pangkasnya. (as/hvn)