Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-06 20:18:28

Per 6 Desember, 25 Orang Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru

JENAZAH: Senin (6/12), sekira pukul 16.40 Wib, petugas mengeluarkan satu kantong jenazah yang berisi 3 jenazah perempuan dari dalam ambulans, dan dipindahkan ke kamar jenazah RSUD Hartoyo Lumajang.

LUMAJANG, TADATODAYS.COM - Jumlah orang meninggal akibat erupsi Gunung Semeru, terus bertambah. Per Senin (6/12) pukul 18.00 Wib, jumlah warga meninggal sebanyak 25 orang.

Data laporan orang meninggal akibat erupsi Gunung Semeru itu terbagi dalam dua hari. Pertama, berdasarkan keterangan Wakil Bupati Lumajang, Indah Ambarwati Masdar, Minggu (5/12) kemarin, sekira pukul 16.30 Wib.

Baca Juga : Pasca Erupsi Kedua, Gunung Semeru Naik Status Jadi Siaga

Saat itu, Wabup Indah menyampaikan kepada sejumlah wartawan, termasuk tadatodays.com, di lapangan Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro. Sore itu Wabup Indah menemani kunjungan Menteri Sosial RI Tri Rismaharini.

Baca Juga : Siswa SD di Probolinggo Lelang Lukisan untuk Korban Semeru

Wabup Indah menyampaikan, untuk laporan korban meninggal pada Sabtu (4/12) lalu, sebanyak 2 orang. Kemudian pada Minggu (5/12) pagi, bertambah 10 orang, dan 2 orang lainnya yang dirawat di rumah sakit meninggal. “Data masih kami proses, sebab relawan masih berada di lapangan,” ujarnya.

Tak lama setelah Wabup Indah membeber data korban meninggal, pada Minggu malamnya terdapat seorang pasien yang meninggal dunia. Pasien tersebut sebelumnya mengalami luka bakar akibat abu panas Gunung Semeru, di sebuah kebun di Dusun Curah Kobokan.

Jadi, per Minggu kemarin sudah terdapat 15 korban meninggal.

Data kedua, berdasarkan data Tim DVI Polda Jawa Timur yang mendirikan pos laporan orang hilang di RSUD Hartoyo Lumajang. Dari data DVI per Senin (6/12) sekira pukul 18.00 Wib, terdapat tambahan 10 orang jenazah. Yakni 5 perempuan dan 5 orang laki-laki, termasuk seorang jenazah anak usia 6 tahun.

Dengan demikian, per Senin (6/12) pukul 18.00 Wib, sudah terdapat 25 orang meninggal akibat ganasnya awan panas guguran Gunung Semeru.

Rencananya, proses pencarian korban akan dilanjutkan pada Selasa (7/12). (ang/don)