Peringati Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 dan HAN IDI Kabupaten Probolinggo-FKPS Gelar Pelatihan Dokter Cilik 2026

Hilal Lahan Amrullah
Friday, 31 Jul 2026 14:20 WIB

SIMBOLIS: Ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo sekaligus Ketua FKPS, dr. H. Syahrudi, secara simbolis menyerahkan cinderamata ucapan terimakasih kepada Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Probolinggo, Abdul Ghafur usai membuka Pelatihan Dokter Cilik 2026.
Bangun Karakter, Tumbuhkan Cita-Cita Menjadi Dokter
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) sukses menggelar Pelatihan Dokter Cilik 2026, Kamis (30/7/2026). Pelatihan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 dan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026.
Bertempat di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Pelatihan Dokter Cilik 2026 diikuti oleh 178 peserta. Mereka berasal dari siswa SD di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Tagline Pelatihan Dokter Cilik 2026 ini adalah “Belajar-Peduli-Sehat”.
Bupati Probolinggo hadir diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Abdul Ghafur; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo; Ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo sekaligus Ketua FKPS dr. H. Syahrudi; perwakilan direktur enam rumah sakit se-Kabupaten Probolinggo; perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo.
.png)
Ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo sekaligus Ketua FKPS dr. H. Syahrudi menyatakan bahwa tujuan pelatihan dokter kecil di waktu kecil ini adalah pertama untuk membentuk karakter dokter kecil sejak dini. "Karena itu kita ambil (peserta, red) dari anak SD antara kelas 4 atau kelas 5, sehingga di situ itu terbentuk karakter sejak awal. Ke depannya dia mulai ada cita-cita sebagai dokter, itu sudah terbentuk," terang dokter Rudi, sapaannya.
Dokter Rudi menambahkan, tujuan yang kedua dengan ada pelatihan ini membantu untuk pihak sekolah untuk masalah Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Pasalnya di sekolah, itu terdapat UKS. Para peserta ini juga yang mengisi setiap UKS inii. "Sehingga harapan kami jika ada masalah kesehatan di sekolah itu sudah ditangani lebih awal sebelum ke fasilitas kesehatan yang terdekat," tuturnya.
Sementara tujuan yang ketiga juga diharapkan para peserta pelatihan dapat menularkan ilmu-ilmu tentang kesehatan termasuk, apa yang disampaikan di sini ke teman-teman sekolahnya dan keluarganya sekaligus kemasyarakat. "Minimal nanti ketika ada apa-apa, mereka sudah tahu," tegas dokter spesialis bedah ini.
.png)
PEMBUKAAN PELATIHAN: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Probolinggo, Abdul Ghafur berfoto bersama IDI Cabang Kabupaten Probolinggo dan para peserta Pelatihan Dokter Cilik 2026 usai membuka pelatihan.
Menurut dokter Rudi, materi pelatihan meliputi pelatihan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), kemudian masalah gizi seimbang, kemudian masalah pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). "Kita kasih support, kemudian sama materi penggunaan bidai (alat penopang darurat, red). Sehingga harapannya mereka tidak salah ketika ada apa-apa di sekolah," ungkapnya.

Dokter berdomisili di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo, ini menambahkan bahwa tindak lanjut dari pelatihan ini ke depannya nanti sekolah-sekolah dibantu dari pihak puskesmas setempat support untuk mulai membimbing apa yang sudah didapatkan pada pelatihan ini.
"Supaya mereka tidak lupa. Kemudian harapannya tahun depan kita ada lomba. Kalau pelatihan ini kan nanti sudah dilakukan, selanjutnya bagaimana cara untuk mendorong semangat dari para dokter kecil dan semua sekolah bisa ikut. Karena harapan kami yang awal ini bisa dipraktekkan dengan baik, tahun depan dapat dilombakan," harapnya.
.png)
SAMBUTAN: Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Probolinggo, Abdul Ghafur mengapresiasi Pelatihan Dokter Cilik 2026 yang diselenggarakan oleh IDI Cabang Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan FKPS.
Sementara, Bupati Probolinggo Gus dr. Moh. Haris melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Abdul Ghafur menyatakan harapan agar dengan pelatihan ini, dokter kecil dapat menularkan materi pelatihan kepada teman-temannya. Misalnya agar rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, mengkonsumsi makanan bergizi, rajin berolahraga dan berani mengatakan tidak terhadap rokok.
"Ya tentu mungkin nanti dokter-dokter hebat-hebat semua ini yang memberikan pelatihan bagaimana cara hidup bersih dan sehat. Tentunya adik-adik di sekolah ada UKS semua ya, jadi ketika ada yang sakit kemudian dibawa ke ruangan UKS untuk diberi motivasi supaya sehat ya di tempat sekolahnya masing-masing ya," terangnya.
Pria berkacamata ini mengapresiasi kepada para kepala sekolah dibawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, dan para wali murid sampai membawa putranya ke gedung Madakaripura ini. Ghafur berpesan bahwa hari ini adik-adik mungkin pegang gadget semua.
.png)
PELAKSANA: Ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo - Ketua FKPS, dr. H. Syahrudi melaporkan pelaksanaan Pelatihan Dokter Cilik 2026 kepada segenap tamu undangan dan peserta pelatihan.
"Ada yang pakai WA, ada yang pakai AI atau kecerdasan buatan, tapi pesan yang saya sampaikan di sini bahwa itu semua jangan dijadikan sebagai sumber kebenaran. Literasi yang paling utama adalah para guru, dokter dan orang tua dan buku. Nah ini nanti bisa tanya apa saja mengenai pengetahuan hidup sehat dan bersih kepada dokter yang ada di depan ini ya adik-adik," tegas mantan kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo itu.
Abdul Ghafur juga berharap dengan adanya teknologi sekarang ini tentu harus disikapi oleh adik-adik peserta pelatihan. Tentunya dibantu dengan peran orang tua tenaga kesehatan dan profesi, melalui pelatihan seperti ini. "Jadi sangat penting untuk mendampingi anak-anak agar tumbuh sehat dan menjadi generasi sehat, cerdas dan berakhlak mulia. Kami ingatkan ya sekali lagi untuk hidup sehat dan bersih," katanya. (*/hla/why)

Share to
 (lp).jpg)