Permudah CPMI, Jember Buka Klinik Khusus di RSD Balung dan Pangkas Biaya MCU

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Tuesday, 28 Apr 2026 16:13 WIB

Permudah CPMI, Jember Buka Klinik Khusus di RSD Balung dan Pangkas Biaya MCU

KLINIK: Bupati Jember Muhammad Fawait saat meresmikan klinik CPMI di RSUD Balung. (Foto: Kominfo)

JEMBER, TADATODAYS.COM - Upaya menekan praktik pekerja migran non-prosedural mulai dijawab serius oleh Pemkab Jember. Kini, Kabupaten Jember resmi memiliki klinik khusus Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di RSD Balung, lengkap dengan pemangkasan biaya pemeriksaan kesehatan.

Langkah ini jadi salah satu gebrakan awal pemerintahan Fawait dalam membenahi tata kelola pekerja migran. Selama ini, akses layanan yang rumit dan jauh disebut menjadi pemicu banyak warga memilih jalur ilegal.

“Dulu harus ke Surabaya, Malang, atau Banyuwangi hanya untuk urus administrasi. Ini yang sering bikin warga ambil jalan pintas,” ujar Fawait Selasa (28/4/2026)

Kini, layanan tersebut mulai dipangkas jaraknya. Pemkab Jember menghadirkan perwakilan layanan P4MI di Mall Pelayanan Publik, sehingga pengurusan dokumen bisa dilakukan tanpa harus keluar daerah.

Tak hanya itu, perhatian juga diarahkan pada biaya yang selama ini dikeluhkan calon pekerja migran. Pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) yang menjadi syarat utama kini diturunkan tarifnya.

Dari sebelumnya sekitar Rp750 ribu, biaya MCU di RSD Balung dipangkas menjadi Rp450 ribu. Angka ini diklaim menjadi yang paling rendah di Jawa Timur.

Fawait menegaskan, kebijakan ini bukan sekadar program administratif, tetapi bentuk keberpihakan pemerintah agar warga bisa berangkat secara aman tanpa terbebani biaya awal yang tinggi. “Ini ikhtiar supaya warga berangkat secara resmi, aman, dan tidak dipersulit sejak awal,” tegasnya.

Selain RSD Balung, rumah sakit daerah lain di Jember juga disiapkan untuk melayani kebutuhan serupa.

Sementara, layanan ini mulai dirasakan langsung oleh warga. Muhammad Eka Desta Pratama (30), warga Dusun Pumo, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, menjadi salah satu calon pekerja migran yang menjalani pemeriksaan.

Ia mengaku sedang mempersiapkan keberangkatan ke Jepang untuk bekerja di sektor konstruksi. “Hari ini saya ambil hasil MCU untuk syarat kontrak kerja ke Jepang,” ujarnya.

Menurutnya, proses pemeriksaan berjalan cukup baik. Ia menjalani serangkaian tes mulai dari rontgen paru-paru, pemeriksaan jantung, hingga tes laboratorium. “Pelayanannya memuaskan. Tesnya lengkap, ada rontgen, jantung, urin juga,” katanya.

Meski begitu, ia menyebut prosesnya membutuhkan waktu. Hasil pemeriksaan baru bisa diterima setelah dua hari. “Lumayan nunggu, sekitar dua hari baru keluar,” imbuhnya.

Soal hasil, Desta memastikan dirinya dinyatakan sehat dan siap melanjutkan proses kerja ke luar negeri. “Alhamdulillah lolos, kondisi fisik masih baik,” ucapnya.

Dengan kemudahan akses dan biaya yang lebih terjangkau, Pemkab Jember berharap calon pekerja migran tidak lagi tergoda jalur ilegal. Pemerintah menargetkan, skema ini bisa menekan angka pekerja migran non-prosedural sekaligus meningkatkan perlindungan warga selama bekerja di luar negeri. (dsm/why)


Share to