Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-11 21:52:49

Pertanyakan SK Kenaikan Pangkat Guru, Ketua PGRI Jember Dipanggil Inspektorat

PENUHI PANGGILAN: Ketua PGRI Jember Supriyono memberikan penjelasan setelah dipanggil Inspektorat perihal unggahannya di media sosial.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Karena mengunggah tulisan bernada kritik pada pemkab Jember melalui facebook, Ketua PGRI Jember Supriyono dipanggil Inspektorat, Selasa (11/8/2020).

“Saya dipanggil terkait postingan saya di facebook yang ada kaitannya dengan perjuangan PGRI,” Kata Supriyono usai menemui panggilan Inspektorat. Selama dua jam Supriyono harus menghadapi cecaran pertanyaan pihak Inspektorat.

Postingan yang diunggah melalui akun facebooknya "Supriyono pgri" pada 2 Agustus 2020 lalu, ia mempertanyakan sikap pemkab Jember. Pasalnya, pemkab tak memberikan SK kenaikan pangkat bagi ribuan guru ASN yang ada di Jember selama lima tahun terakhir.

Oleh karena itu, dirinya diminta untuk menerangkan maksud dan tujuan postingan tersebut. Tak berhenti disitu, ia juga diminta untuk melengkapi bukti-bukti atas tuduhan yang ia tulis di facebook itu.

“Kalau kita memberikan keterangan kan harus didukung bukti, sehingga saya segera melangkapi bukti-bukti terkait apa yang saya sampaikan kepada penyidik Inspektorat,” ujarnya.

Sebelum dirinya dipanggil, Pemkab Jember memang telah menyelesaikan persoalan SK tersebut. Sebab Bupati Faida pada 3 Agustus 2020 lalu telah menerbitkan SK Kenaikan Pangkat untuk 1.624 ASN Pemkab Jember. Yakni, 924 di antaranya adalah untuk guru.

Meski sehari setelah SK diterbitkan, SK tersebut sempat bermasalah lantaran kesalahan adminitrasi. Namun, Supriyono, bersyukur lantaran kesalahan administrasi itu, kini telah diperbaiki oleh Pemkab Jember

“Alhamdulillah juga, ternyata sudah diselesaikan oleh bupati. Bahkan ada seribu gurulah yang sudah menerima SK kenaikan pangkat. Meski masih ada yang salah, tetapi paling tidak sudah cukup membuat teman-teman (guru, Red) senang," terang ketua PGRI Jember dua priode Itu.

Pihanya mengaku semua kritik yang ia sampaikan adalah bentuk tanggung jawabanya selaku ketua PGRI. Terutama dalam kepentingan mengawal kesejahteraan para guru. Ia menepis tudingan bahwa pembelaan yang ia lakukan berkaitan dengan politik.

Sementara itu kepala Inspektorat Pemkab Jember Joko Santoso membenarkan pemanggilan terhadap Supriyono. Namun dirinya enggan memberikan penjelasan lebih detail. “Maaf saya masih sibuk, ada acara. Iya benar ada pemeriksaan Supriyono,” katanya sambil berlalu. (as/sp)