Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-10-12 21:13:21

Pertokoan Jompo di Jember Mulai Diperbaiki, Telan Anggaran Hampir Rp 16 Miliar

PROSES: Sejumlah pekerja mengamati lokasi pertokoan Jompo yang sudah dibangun setelah ambruk 7 bulan lalu.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Setelah lama mangkrak, reruntuhan pertokoan Jompo yang berada di Jalan Sultan Agung, lingkungan Kepatihan, kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember akhirnya mulai dibangun kembali.

Diketahui, sepuluh toko yang berada di sepadan sungai jompo itu, ambruk pada 3 Maret 2020 lalu. Akibatnya, bangunan toko rata dengan tanah kemudian separuh badan jalan tidak dapat digunakan dan harus ditutup sementara.

Baca Juga : Tinggal Tulang Belulang, Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Gunung Manggar

Kini tiga pihak yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan revolusi yakni Kementerian PUPR, Pemprov Jatim, dan Pemkab Jember bersepakat melanjutkan perbaikan dan menargetkan selesai pada akhir Mei 2021.

Baca Juga : Iming-imingi Cilok, Anak 11 Tahun di Jember Dicabuli seorang Duda

I Made Mardita, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) menerangkan, pasca robohnya bangunan, pihaknya fokus pada perbaikan dasar. Yakni, membongkar bekas runtuhan secara menyeluruh.

Selanjutnya, rehabilitasi dihentikan sementara hingga September untuk menyiapkan desain dan proses lelang. Setelah itu, rehabilitasi bangunan kembali dilakukan. Dua bulan menyelesaikan pembangunan jembatan, kemudian membangun pondasi beton untuk sepadan sungai dan pembangunan jalan.

“Sejak Maret itu, kita fokus pada penanganan awal hingga Mei 2020. Kemudian akan kita mulai kembali. Target selesai akhir mie 2021,” jelasnya.

Made melanjutkan, badan jalan akan diperbaiki seperti semula. Yakni lebar 25 meter dan tidak ada pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagaimana yang diwacanakan Bupati Faida.

Sementara, pemenang lelang tender proyek pengerjaan lereng jembatan adalah PT Rajendra Pratama Jaya. “Mereka kita beri waktu 8 bulan untuk menyelesaikan,” katanya.

Sementara itu, Direktur PT Rajendra Pratama Jaya Rian Mahendra mengaku pihaknya telah mendapatkan izin dari pemkab dan Polres Jember. “"Sudah berjalan 2 pekan. Tantangannya hujan. Kalau tidak deras, bisa lebih cepat,” terangnya.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto mengungkapkan hasil kordinasi bersama BPJN pada tanggal 25 September 2020 lalu. Ia menyebutkan

nilai proyek rehabilitasi Jalan Jompo hampir Rp 16 miliar. Dana itu berasal dari APBN.

“Nilai proyeknya 16 milyar kurang 1 ribu rupiah, kami berharap pembangunan bisa sesegera mungkin. Kemudian bisa bermanfaat untuk masyarakat Jember,” pungkasnya. (as/sp)