Podcast Kesehatan “Ngobras” Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Bahas Jajanan Sehat

Hilal Lahan Amrullah
Thursday, 13 Aug 2026 09:21 WIB

NGOBRAS: Ahmad Zulkifli, Public Health and Nutrition Professional hadir sebagai narasumber pada Podcast Kesehatan "Ngobras" Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo beberapa waktu lalu.
Ortu Harus Beri Contoh: Mengonsumsi Makanan Sehat
PROBOKINGGO, TADATODAYS.COM - Jajanan sehat tetap sehat menjadi topik bahasan Podcast Kesehatan (Podkes) "Ngobras" Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo. Topik ini dibahas bersama narasumber Ahmad Zulkifli, Public Health and Nutrition Professional.
Zulkifli menerangkan tentang jajanan sehat dan pentingnya memilih jajanan yang aman dan bergizi untuk anak-anak, terutama di lingkungan sekolah. Sedangkan kriteria jajanan sehat menurutnya di antaranya yaitu, pertama aspek kebersihan dan higienitas penjual dan produk.
.png)
Kedua, bebas dari bahan kimia berbahaya dan mikrobiologis yang berisiko. Ketiga, mengandung nutrisi penting seperti protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Keempat, tidak kedaluwarsa dan kemasan yang baik. Kelima, tidak mengandung zat berbahaya seperti boraks, formalin, pewarna tekstil, dan bahan pengawet berbahaya.
Sejumlah langkah-langkah memilih jajanan sehat juga disampaikan oleh Zulkifli. Sebaiknya melihat tampilan produk dan kebersihannya, berikutnya mencium aroma dan memastikan tidak berbau tidak sedap, selanjutnya mencicipi sedikit untuk memastikan rasa dan tekstur, lalu memeriksa tanggal kedaluwarsa dan label kemasan, kemudian menilai kebersihan penjual dan area jualan, terakhir cek kandungan gula, garam, dan bahan tambahan lain yang berlebihan.

Adapun peran orang tua (ortu) dan sekolah, menurut pria asal Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo ini menjelaskan bahwa orang tua disarankan membawakan bekal sendiri yang higienis dan bergizi kepada anak-anaknya. Seperti membuat sendiri jajanan tradisional atau memberikan buah dan susu UHT. “Orang tua harus memberi contoh dengan mengonsumsi makanan sehat agar anak meniru,” terangnya.
.png)
Sedangkan peran sekolah yaitu mengedukasi dan mengawasi penjual di lingkungan sekolah, serta menyediakan kantin sehat. Termasuk penjualan jajanan di sekolah harus diawasi dan diarahkan ke jajanan sehat, serta melarang penjual yang tidak higienis.
Zulkifli juga menambahkan bahwa tidak semua jajanan kemasan berbahaya. Penting untuk memeriksa label, tanggal kedaluwarsa, dan kandungan gizinya. Sedangkan jajanan tradisional tidak selalu sehat, itu harus dipilih yang dibuat sendiri dan higienis. Kandungan gula tinggi dalam minuman kemasan bisa berbahaya, menurutnya hal itu perlu membatasi konsumsi gula.
Zulkifli memberikan tips memilih jajanan, yaitu perhatikan bau, tekstur, dan penampilan produk; hindari jajanan yang berbau apek, berwarna mencolok, atau tekstur tidak wajar; pastikan penjual dan area jualan bersih; cek label dan tanggal kedaluwarsa secara teliti.
“Jajanan boleh dikonsumsi asal sehat dan higienis. Orang tua dan sekolah memiliki peran penting dalam mengedukasi dan membatasi jajanan tidak sehat agar anak tetap belajar dan tumbuh dengan baik,” ujarnya berharap. (*/hla/why)

Share to
 (lp).jpg)

