Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-07 22:14:24

Polisikan RS Bina Sehat Jember, Manajemen Bungkam Soal Tudingan Surat Covid-19 Palsu

TEMPUH JALUR HUKUM: Ahmad Syahid, anak almarhum warga yang divonis covid-19 akan melaporkan RS Bina Sehat atas dugaan surat keterangan covid-19 palsu.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember akan dilaporkan ke pihak kepolisian atas tuduhan surat kesehatan palsu. Laporan itu dilayangkan Ahmad Syahid, warga Jalan Gajah Mada 19, Lingkungan Condro, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

Pria yang akrab disapa Syahid itu merupakan anak dari almarhum Rosidi, pasien RSBS Jember yang dinyatakan meninggal dunia karena covid-19 pada 2 Agustus 2020 lalu. Pihaknya menduga surat tersebut dibuat-buat atau palsu. Sebab, Syahid menemukan beberapa kejanggalan atas surat tersebut.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Haul KH. Abdul Hamid Pasuruan Digelar Terbatas

Di antaranya, tidak adanya nomor resgistrasi surat, kemudian yang bertanda tangan di dalam surat tidak memiliki jabatan yang jelas. Selain itu, ayahnya selama ini mengidap penyakit jantung bukan Covid-19 sebagaimana surat hasil laboratorium dari RSBS.

Baca Juga : 7 Provokator Pengusiran Petugas Medis di Gunggungan Lor Pakuniran Akui Kesalahan

Kemarahan Syahid memuncak usai menggelar pertemuan dengan pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan Jember, Jumat (7/8/2020). Pada pertemuan itu, pihak rumah sakit  malah saling lempar jawaban saat dimintai klarifikasi perihal kebenaran surat tersebut.

“Rumah Sakit Bina Sehat itu jawabannya terkesan dilimpah-limpahkan. Mulai dari Dinas Kesehatan hingga pihak rumah sakit,” katanya saat ditemui tadatodays.com usai bertemu pihak rumah sakit. Karena itu, tekadnya bulat akan melaporkan pihak rumah sakit RSBS ke pihak yang berwajib.

“Sepulang dari sini, tetap permasalahan ini, akan saya bawa ke jalur hukum. Senin (10/8/2020) akan ke komisi D DPRD Jember untuk melaporkan perihal surat ini,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini, enggan memberikan keterangan. Ia malah menyarankan untuk konfirmasi pada Kepala Diskominfo Jember. “Ke Kadiskominfo saja,” singkatnya.

Sementara itu, pihak rumah sakit bungkam ketika dimintai klarifikasi. Tadatodays.com berupaya mencari keterangan Direktur RSBS Jember drg. Yunita Puspita Sari. Namun panggilan telepon maupun pesan WhatsApp tak direspons. (as/sp)