Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-11 22:23:53

Posbindu PTM dan Senam, Cara Puskesmas Wangkal Sehatkan Warga

SEHAT JASMANI: Tak hanya pemeriksaan, Puskesmas Wangkal juga menggelar senam agar aktivitas fisik juga dilakukan. Terutama bagi mereka yang aktivitasnya lebih banyak di dalam kantor.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Gerakan Masyarakat Hidup Sehat  (Germas) rutin digalakkan Puskesmas Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Serangkaian kegiatan digelar mulai senam, Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM), serta penyuluhan kesehatan secara gratis

Kepala Puskesmas Wangkal Sunar Wibowo mengatakan, pihaknya menggelar Germas dua pekan sekali. Kegiatan itu diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka), kader dan perangkat desa, serta masyarakat di wilayah kerja puskesmas setempat.

Baca Juga : Kasus DBD Mulai Meningkat, Dinkes Gencar Melakukan Fogging

Sementara Posbindu PTM juga rutin dilaksanakan dua bulan sekali. Lokasinya berpindah-pindah dari desa satu ke desa lainnya. November lalu, Posbindu PTM digelar di kantor Kecamatan Gading dan Desa Wangkal. “Kegiatannya mulai pengukuran tinggi badan, pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan sebagainya,” terangnya.

Baca Juga : Vaksinasi Anak di Kabupaten Probolinggo Dimulai, Target Rampung Awal Maret

ANTRE: Warga di Kecamatan Gading menunggu giliran pemeriksaan dalam program Posbindu PTM. Kegiatan itu digelar untuk mendeteksi penyakit yang diderita warga.

Sedikitnya 90 orang warga hadir pada Posbindu PTM di Desa Wangkal. Sedangkan Posbindu PTM di kantor Kecamatan Gading diikuti khusus pegawai kantor setempat. Masyarakat antusias menghadiri Posbindu PTM. Pasalnya, mereka bisa mengetahui penyakit yang diderita.

Ada enam desa yang dilaksanakan Posbindu PTM. DI antaranya, Desa Dandang, Desa Sentul, Desa Wangkal, Desa Prasi, Desa Betektaman, dan Desa Batur. Di Desa Batur dihadiri 120 orang dengan usia produktif dan memiliki penyakit degeneratif. Seperti diabetes militus (DM) dan hipertensi.

“Kami juga beri penyuluhan tentang PTM, seperti cara mengatasi hipertensi. Setelah ada Posbindu PTM, warga sekarang jadi rutin kontrol. Kontrolnya di puskesmas,” ungkapnya. Kontrol juga bisa dilakukan posyandu lansia yang diselenggrakan tiap bulan di desa masing-masing. Bahkan di Desa Dandang terbentuk wisma hipertensi.

Pria yang akrab disapa Sunar itu menambahkan, dengan program Posbindu PTM, warga bisa mengontrol tensi darah dengan mengecek kesehatannya dan mereka juga mendapatkan obat secara rutin. Keluarga pasien juga bisa mengontrol jadwal minum obat secara teratur. Sehingga tensinya normal.

PEMERIKSAAN: Petugas kesehatan Puskesmas Wangkal memerikda kondisi kesehatan warga. Program itu diapresiasi warga. Kini mereka rutin kontrol penyakit yang diderita.

Pria yang menjabat sebagai kepala puskesmas sejak 2017 itu juga menyampaikan bahwa, di Desa Dandang juga tersedia Asuhan Mandiri (Asman) Taman Obat Kelurga (Toga) yang bagus. Setiap RT di desa setempat memiliki Asman Toga. “Tanaman bunga rosela yang dapat menurunkan hipertensi, di situ ada. Jadi ada herbalnya,” katanya.

Sosialisasi di lembaga pendidikan tentang rokok juga dilaksanakan. Slogan Kawasan Bebas Asap Rokok sudah terpampang di setiap lembaga pendidikan. Sedangkan masalah jamban, terdapat 87 persen yang telah menggunakan jamban. Sehingga target Open Defecation Free (ODF) bisa terealisasi.

“Tahun kemarin, ada dua desa yang sudah ODF. Sekarang ada lima desa yang diajukan. Kami optimistis sekali di wilayah Gading bisa ODF. Karena memang warganya tidak BAB di sungai, sudah di jamban semua,” ujarnya. Pihaknya berharap masyarakat bisa mengikuti pola hidup sehat. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati. (*/hla/sp)