Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-03 19:18:36

Prihatin Kondisi Bangsa, Masyarakat Jember Gelar Istigasah

KEPEDULIAN: Gus Syaif, saat memimpin istigasah di depan Pendapa Kabupaten Jember, Selasa (02/2/2021) malam kemarin.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Masyarakat Jember yang tergabung dalam Jama'ah Istighosah untuk Keselamatan dan Kedamaian Negeri, menggelar acara istigasah setiap malam di depan Pendapa Wahyawibawagraha Kabupaten Jember.

Istigasah itu dilaksanakan setiap malam pada pukul 00.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB, sejak 8 Desember 2020 lalu dan terus berlangsung hingga saat ini, Rabu (03/2/2021).

Baca Juga : Bupati dan Wabup Jember Terpilih Belum Terima Undangan Pelantikan

Tak kurang dari 20 masyarakat Jember selalu hadir mengikuti kegiatan yang dipimpin oleh KH. M. Ayyub Saiful Ridjal atau yang akrab disapa Gus Syaif tersebut. Mereka datang dari berbagai kecamatan dan latar belakang berbeda. Rangkaian acara yang diawali pembacaan istigasah ,yasin dan tahlil itu, kemudian diakhiri tausiyah dari Gus Syaif.

Baca Juga : Selain Hujan, Hutan Gundul juga Penyebab Banjir di Jember

Gus Syaif, yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ash Sidiqi Putri Kabupaten Jember itu, menyampaikan tausiyah dengan berbagai macam tema, termasuk tema kebangsaan. Tema kebangsaan sengaja disampaikan sebagai upaya memahamkan kepada masyarakat, tentang kondisi negara yang saat ini tengah membutuhkan semua pihak untuk turut merawat dan memajukannya.

Saat ditemui tadatodays.com usai istigasah, Gus Syaif mengatakan, apa yang dilakukannya adalah bentuk kepeduliannya terhadap bangsa Indonesia.

Melalui kegiatan itu, dirinya berharap bisa menarik perhatian Allah. Karena jika Allah telah memperhatikan, maka menurutnya, maka kemaslahatan dan keselamatan untuk Indonesia akan diberikan oleh Allah. Bahkan, Joko Widodo juga bisa didoakan, namun didoakan sebagai presiden bukan sebagai pribadinya. "Kita harus peduli dengan Indonesia," kata Gus Syaif.

Karena itu, ia mengajak semua masyarakat untuk menyadari bahwa setiap hari manusia selalu diselimuti dosa. Oleh karenanya, menyadari kesalahan lalu memohon ampun sangat perlu dilakukan.

Terpisah, salah seorang jama'ah asal Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, bernama Yusron Hamdani mengatakan, dirinya telah mengikuti istigasah itu sebanyak 56 kali. Ia mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap negeri yang saat ini banyak mengalami berbagai macam cobaan. "Bisanya cuman gini, dengan kita mendoakan bangsa dan negara," katanya. (as/don)