Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-08-26 20:30:19

Puncak Musim Kemarau, Kejadian Kebakaran Meningkat

KEBAKARAN: Sebuah bangunan di Paiton terbakar akibat korsleting listrik, beberapa waktu lalu. Dari data petugas Damkar Kabupaten Probolinggo, kasus kebakaran mulai meningkat selama musim kemarau.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Memasuki puncak musim kemarau, tren kasus kebakaran di Kabupaten Probolinggo naik. Sebut saja pada bulan Agustus 2021 ini, sudah ada 6 kasus kebakaran. Sementara sejak bulan Januari hingga Agustus 2021, total peristiwa kebakaran sebanyak 26 kejadian.

Khusus pada bulan Januari tidak ada kejadian kebakaran. Sementara pada bulan Februari 2 kejadian, Maret 2 kejadian, April 3 kejadian, Mei 3 kejadian, Juni 6 kejadian, dan pada bulan Juli terdapat 4 kejadian. Lalu, untuk bulan Agustus 2021 hingga tanggal 25, sudah ada 6 kasus kebakaran.

Baca Juga : Gudang Triplek di Dringu Terbakar

Humas Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo Sholehudin menyampaikan, pihaknya sudah mewaspadai potensi kebakaran yang diprediksi mengalami peningkatan. Khusunya sejak bulan Mei lalu, karena di bulan tersebut terjadi pergantian musim dari penghujan ke musim kemarau.

Baca Juga : Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran di TPA Anggrek, Kerugian Rp 4,5 Miliar

Terik matahari, dan suhu yang sudah mulai panas membuat kondisi lingkungan dengan mudah memicu kebakaran. Ditambah dengan angin kencang yang membuat api lebih cepat menjalar ke objek yang mudah terbakar. "Karena itulah kewaspadaan kami tingkatkan," katanya, Kamis (26/8).

Sholehudin mengatakan, ada juga faktor lain yang menyebabkan kebakaran. Seperti halnya, korsleting listrik, dan kelalaian warga yang menyalakan api tetapi tidak diawasi. Faktor tersebut kemudian didukung pula dengan objek yang kering dan angin kencang. “Sehingga objek mudah terbakar,” tuturnya.

Salah satu contohnya pada bulan Agustus ini, dari 6 kejadian kebakaran salah satunya kebakaran lahan tebu. Kemudian, dua kebakaran lainnya disebabkan oleh kecerobohan warga, dan tiga lainnya karena korsleting listrik. "Ini perlu adanya antisipasi," ujarnya. (zr/don)