Revitalisasi Pasar Tanjung Diusulkan Rp 273 M, Pedagang Disiapkan Direlokasi ke Talangsari

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Thursday, 02 Apr 2026 15:23 WIB

Revitalisasi Pasar Tanjung Diusulkan Rp 273 M, Pedagang Disiapkan Direlokasi ke Talangsari

PASAR: Salah satu sudut pedagang di Pasar Tanjung Jember.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pemerintah Kabupaten Jember mengusulkan anggaran Rp 273 miliar untuk revitalisasi Pasar Tanjung. Proposal tersebut diajukan ke Kementerian PUPR dengan dukungan rekomendasi dari Kementerian Perdagangan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag) Jember Sartini mengatakan, usulan itu telah diunggah ke sistem Kementerian Perdagangan dan diharapkan bisa direalisasikan mulai 2026. “Anggaran yang kita ajukan Rp273 miliar. Ini tidak langsung selesai, skemanya multi years sampai 2027,” ujarnya pada Kamis (2/4/2026) sore.

Revitalisasi ini, kata dia, sementara difokuskan pada Pasar Tanjung saja. Saat ini, Detail Engineering Design (DED) masih dalam tahap penyusunan. Desain diminta mencerminkan karakteristik Jember.

Dalam rencana awal, bangunan pasar akan tetap dipertahankan tiga lantai, menyesuaikan kondisi eksisting. Meski sebelumnya ada batasan maksimal dua lantai dari Kementerian PUPR. “Kalau konsepnya, pasar basah di bawah, pasar kering di atas,” kata Sartini.

Data pedagang yang masuk dalam perencanaan mencapai 1.404 orang, baik yang berjualan di dalam pasar maupun di pelataran. Pendataan dilakukan berbasis NIK dan telah disampaikan ke Kementerian Perdagangan.

Selama proses pembangunan, pedagang akan direlokasi sementara. Lokasi yang diusulkan berada di kawasan Talangsari. “Sebelum relokasi, harus ada sosialisasi dulu. Pedagang harus paham prosesnya dan nanti harus mau kembali ke Pasar Tanjung setelah selesai,” ujarnya.

Sartini mengakui, relokasi sering memicu persoalan di daerah lain, terutama ketika pedagang enggan kembali ke lokasi semula. Karena itu, asosiasi pedagang akan dilibatkan dalam proses tersebut.

Selain Pasar Tanjung, Diskopumdag mencatat ada 30 pasar kabupaten di Jember. Dari jumlah itu, sekitar 70 persen dinilai membutuhkan revitalisasi.

Sementara untuk pasar hewan, seluruhnya juga memerlukan perbaikan, terutama pada fasilitas tambatan dan pavingisasi yang dinilai belum layak. “Tambatan itu penting. Kalau tidak kuat, hewan bisa lepas,” ujarnya.

Salah satu yang disorot adalah Pasar Hewan Mayang. Pada 2025, perbaikan baru sebatas pagar keliling. Sementara fasilitas utama seperti tambatan dan akses masuk dinilai masih bermasalah.

Di sisi lain, optimalisasi aset Pasar Tegal Boto yang telah direvitalisasi sejak 2018 masih menjadi pekerjaan rumah. Pemkab Jember masih mengkaji opsi pengelolaan, termasuk kemungkinan kerja sama dengan pihak ketiga. “Harus dikaji dulu, tidak bisa langsung diputuskan,” kata Sartini. (dsm/why)


Share to