Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-28 18:46:41

RSUD Waluyo Jati Kraksaan Dibuka Kembali

BUKA KEMBALI: Pintu gerbang depan, RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Saat ini rumah sakit milik pemerintah ini kembali melayani pasien baru yang ingin berobat jalan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sempat ditutup dan ditunda beberapa kali, kini Satuan Gugus Tujas Percepatan Penanganan Covid-19 mulai membuka pelayanan operasional RSUD Waluyo Jati Kraksaan pada Kamis (27/8/2020). Namun pembukaan tersebut hanya terbatas pada penerimaan pasien rawat jalan saja. Sedangkan layanan di Instalasi Gawat Darurat masih belum berjalan.

Operasional terbatas itu disebabkan oleh  hasil swab beberapa tenaga kesehatan dan karyawan RSUD Waluyo Jati masih belum keluar. Seperti disampaikan dr. Shodiq Tjahjono, juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga : Operasi Masker di Kabupaten Probolinggo Tunggu Hakim dan Jaksa

"Ya, sudah dibuka, cuma hanya melayani rawat jalan saja. Kalau pasien baru rawat mau rawat inap itu belum dibuka. Masih ada beberapa hasil swab yang belum keluar," terangnya pada tadatodays.com, Juma'at (28/8/2020).

Baca Juga : Pemuda di Probolinggo Tewas Tenggelam di Sungai, Polisi Selidiki Kemungkinan Tindak Kriminal

Pihaknya masih belum mengetahui sampai kapan opersional RSUD Waluyo Jati Kraksaan akan normal kembali. Karena harus memastikan kesehatan dari tenaga medis yang bertugas, agar tidak ada penularan secara berkelanjutan. Namun jika tim medis dan karyawan RSUD Waluyo Jati dinyatakan sehat, maka akan dibuka normal kembali seperti hari-hari biasanya.

"Semua ini kami lakukan hanya ingin memastikan bahwa para tenaga kesehatan betul-betul fit. Juga terbebas dari paparan covid-19," jelasnya.

Ia juga menghimbau kepada tenaga medis untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan memakai APD saat melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Sedangkan untuk masyarakat, baik yang hendak berobat atau berkunjung menjenguk keluarga dihimbau untuk mematuhi peraturan dan ketentuan rumah sakit. Agar tidak ada penularan kembali, sehingga RSUD setempat selalu dibuka dan tidak ada penutupan.

"Seandainya kejadian serupa terjadi lagi, dan rumah sakit di lockdown lagi, siapa yang rugi. Taati semua aturan yang ada, baik aturan protokol kesehatan untuk pengunjung pasien ataupun keluarganya yang sedang sakit," ucap pejabat yang karib di sapa dr. Shodiq ini. (zr/hvn)