Satpol PP Jember Tertibkan Spanduk hingga Lapak PKL yang Ganggu Trotoar

Dwi Sugesti Megamuslimah
Tuesday, 10 Mar 2026 14:28 WIB

PENERTIBAN: Salah satu pedagang di Jalan gajah mada yang ikut ditertibkan Satpol PP Jember.
JEMBER, TADATODAYS.COM - Trotoar yang semestinya menjadi ruang bagi pejalan kaki, di sejumlah titik Kota Jember kembali dipenuhi lapak pedagang dan spanduk. Kondisi itu mendorong pemerintah daerah melakukan penertiban. Terlebih setelah terdapat arahan Presiden terkait penataan kota yang Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI).
Melalui Satuan Tugas (Satgas) Infrastruktur dan Tata Ruang, Pemerintah Kabupaten Jember melakukan penataan fasilitas publik pada Selasa (10/3/2026) siang. Penertiban menyasar lapak pedagang kaki lima (PKL), spanduk, hingga kabel utilitas yang dinilai mengganggu ketertiban kota.
Kepala Satpol PP Jember Bambang Rudiyanto mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 30 personel gabungan dari sejumlah organisasi perangkat daerah. Di antaranya Badan Pendapatan Daerah, Dinas PUPR Bina Marga, Dinas Perhubungan, serta Dinas Koperasi dan UMKM yang selama ini membina pedagang kaki lima.
Menurut Rudy, penataan dilakukan dengan pendekatan persuasif kepada para pedagang yang memanfaatkan trotoar sebagai tempat berjualan. “Trotoar itu diperuntukkan bagi pejalan kaki. Jadi kami mengingatkan agar fungsi ruang publik tetap dijaga,” ujarnya.

Dalam penertiban tersebut, petugas juga meminta pedagang merapikan lapak, tenda, dan terpal setelah selesai berjualan. Hal itu untuk menghindari trotoar dan bahu jalan dipenuhi perlengkapan dagang saat tidak digunakan.
Selain lapak PKL, petugas juga menertibkan spanduk dan papan reklame yang dipasang tidak sesuai aturan atau dianggap mengganggu estetika kota. Penataan turut menyasar kabel fiber optik yang terpasang semrawut serta kebersihan di bantaran sungai.
Rudy menyebut penataan fasilitas publik ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga ketertiban kota, terutama saat aktivitas masyarakat meningkat selama Ramadan. “Harapannya ruang publik bisa kembali tertata dan nyaman digunakan masyarakat,” katanya. (dsm/why)


Share to
 (lp).jpg)

