Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-06-21 15:14:40

SDN Wiroborang 1 Juarai Lomba Warnai Batik Kuno

JUARA: Viggo Agustira dari SDN Wiroborang 1 mendapat trofi juara satu yang diserahkan Sekretaris Disdikbud Kota Probolinggo Agus Lithanta.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Probolinggo menggelar lomba mewarnai batik kuno tingkat SD, Senin (20/6/2022) pagi, di halaman depan Museum Probolinggo. Sekitar 80 anak SD se-Kota Probolinggo mengikuti lomba itu. Ada enam juara yang kemudian terpilih oleh dewan juri.

Selama lomba, anak-anak terlihat sangat fokus memberi warna motif batik. Mereka didampingi oleh guru dari masing-masing sekolahnya.

Baca Juga : Jember Gurat Sejarah Baru, Juarai Sepak Bola Putra Porprov VII

Setelah melalui penilaian oleh juri, predikat juara satu diraih oleh Viggo Agustira dari SDN Wiroborang 1. Batik yang ia warnai meraih juara satu, meski hanya memakan persiapan tiga hari.

Baca Juga : Disdikbud Lengang Pasca Penahanan Kadis

Viggo memang suka menggambar. Perasaan senang ia sampaikan, karena kesukaannya menjadikannya juara satu se-Kota Probolinggo. "Senang bisa juara satu," ucapnya sembari menunjukkan piala kebanggaannya.

Batik Viggo terlihat ada motif bunga dan kotak-kotak. Ia mewarnainya dengan nuansa warna biru, ungu dan hijau.

Sedangkan juara dua diraih oleh Maulana Irfan, dari SDN Mangunharjo 12,Kota Probolinggo. Irfan yang berlatih dengan guru seni budayanya selama dua minggu itu, merasa senang atas pencapaiannya ini.

Irfan menuturkan, persiapannya mengikuti lomba ini sudah matang. Pada saat lomba berlangsung, ia merasa enjoy dan tidak grogi. Sebab, Irfan sudah lama menyukai gambar. Batik motif daun dalam lomba ini diwarnai Irfan dengan warna orange dan merah muda. "Gak grogi, mewarnainya santai kak. Senang meskipun dapat juara dua," ucapnya.

Made Malvinas, salah satu pembatik di Kota Probolinggo yang menjadi juri lomba ini mengatakan, para juara batik ini sudah sesuai dengan apa yang menjadi persyaratan. Persyaratan itu diantaranya ialah menggambar koleksi batik kuno yang ada di Museum Probolinggo. "Hal utama yang dinilai adalah motif batik yang terinspirasi dari batik kolek Museum Probolinggo," katanya.

Sejalan dengan tujuannya diadakan lomba ini, anak-anak diharapkan bisa mengenal seperti apa motif-motif batik kuno koleksi Museum Probolinggo. Selain itu, peserta lomba juga bisa memodifikasi atau mengembangkan motif batik kuno. Ini supaya meningkatkan kreatifitas anak Kota Probolinggo, tanpa mengubah poin utama dari motif batik. (alv/why)