Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-10-19 20:41:05

Sebut NU Bagai Bus Umum, Aliansi Santri Jember Laporkan Sugik Nur ke Polisi

TAK TERIMA: Ketua Dewan Instruktur GP Ansor Jember Ayub Junaedi (tengah) saat memberikan keterangan perihal dugaan pelanggaran UU ITE oleh Gus Nur.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Belasan santri yang tergabung dalam Aliansi Santri Jember (ASJ) mendatangi Mapolres Jember, Senin (19/10/2020). Mereka melaporkan Sugik Nur atau akrab disapa Gus Nur, terkait pernyataannya di video YouTube yang dinilai telah melecehkan Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam video berdurasi 29 menit 58 detik yang diunggah di chanel youtube Refly Harun, Minggu (18/10/2020) itu, terdapat cuplikan tepatnya dimenit 04.40 hingga, 05.10 yang dinilai ASJ telah merendahkan marwah NU.

Baca Juga : Tersangka Ujaran Kebencian Ditangguhkan Penahanannya, Kasus Masih Berjalan

“Saya ibaratkan NU sekarang ini seperti bus umum sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan, dan penumpangnya itu kurang ajar semua,” ucap Gus Nur dalam video tersebut. Cuplikan, pernyataan Gus Nur itu dijadikan barang bukti oleh ASJ atas dugaan pelanggaran UU ITE.

Baca Juga : Diciduk, Netizen asal Kraksaan yang Jelekkan Polisi dan Nakes

Ketua Dewan Instruktur GP Ansor Jember Ayub Junaedi pada sejumlah awak media mengatakan, laporannya kali ini dilakukan sebagai bentuk tindakan tegas agar pelaku yang diduga menyebarkan ujaran kebencian itu, mendapat sanksi secara hukum.

Selain itu, kata Ayub, laporannya juga sebagai bentuk desakan ke polisi sekaligus menjawab keresahan warga nahdliyin khususnya di Jember. “Kami melaporkan ini, agar hal-hal seperti ini (dugaan pencemaran organisasi, Red) tidak terjadi lagi,” katanya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Jember AKP Fran Dalanta Kembaren membenarkan laporan dugaan pencemaran nama baik lembaga itu. Namun, sebelum melakukan penindakan, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu laporan tersebut.

“Laporan itu sudah kami terima, dan selanjutnya akan kami pelajari terlebih dahulu,” ujarnya. Terkait pihak terlapor bukan warga Jember dan tidak sedang berada di Jember, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Jawa timur. (as/sp)