Iqbal Al Fardi


Wartawan Tadatodays.com | 2022-09-14 11:34:20

Selidiki Kematian Mahasiswi Unej, Polres Jember Uji Lab dan Periksa 8 Saksi

JEMBER, TADATODAYS.COM - Polres Jember masih terus menyelidiki kematian Putri Pujiastuti, 20, mahasiswi FEB Unej, Sabtu (10/9/2022) lalu. Selain melakukan uji lab di dua tempat berbeda, Polres Jember juga telah memeriksa 8 orang saksi.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember Ipda Bagus Dwi Setiawan menjelaskan, pihaknya sedang melakukan autopsi luar dan dalam. Untuk pemeriksaan luar, pihaknya masih belum ditemukan bekas penganiayaan. Selanjutnya, pihaknya sedang melakukan uji lab pada jantung dan pankreas.

Baca Juga : Penjahat Kelamin Eksibisionis Berkeliaran di Lingkungan Kampus Unej

"Kami sedang melakukan pemeriksaan patologi anatomi yang dilakukan dengan uji lab terhadap organ jantung dan pankreas sebagai pemeriksaan dalam," terang Ipda Bagus kepada wartawan, Selasa (13/9/2022).

Baca Juga : Polres Jember Pastikan Putri, Mahasiswa FEB Unej, Meninggal karena Penyakit

Uji lab tersebut dilakukan di tempat berbeda. Ipda Bagus merinci, pemeriksaan patologi anatomi dilakukan di RSD dr. Soebandi Jember. Sedangkan uji lab untuk organ lambung dilakukan di Laboratorium Forensik Polda Jatim.  

Selain uji lab, Ipda Bagus menjelaskan bahwa telah dilakukan pemeriksaan para saksi yang kini berjumlah delapan orang. "Meliputi, saksi teman korban, kuliah, kos, orang tua, dan teman pria korban," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Putri Pujiastuti, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unej meninggal setelah diantar pulang teman prianya, Sabtu (10/9/2022). Untuk memastikan penyebab kematian mahasiswi asal Kencong itu, Polres Jember melakukan serangkaian penyelidikan. 

Sementara itu, menurut Ipda Bagus, diperoleh keterangan saksi bahwa seminggu terakhir sebelum  meninggal, Putri mengeluh pusing dan terlihat agak pucat. "Sempat mengeluh pusing,” kata Ipda Bagus. 

Berikutnya, polres juga melakukan pemeriksaan melalui teknologi, meliputi CCTV. "Pemeriksaan teknologi dilakukan melalui CCTV, maupun bukti elektronik yang lain," kata Ipda Bagus. (iaf/why)