Serapan Gabah Bulog Jember Capai 118 Ribu Ton sepanjang 2025

Dwi Sugesti Megamuslimah
Monday, 05 Jan 2026 18:32 WIB

Kepala Bulog Cabang Jember Muhammad Ade Saputra
JEMBER, TADATODAYS.COM - Bulog Cabang Jember mencatat realisasi penyerapan gabah petani sebesar 118 ribu ton sepanjang tahun 2025. Angka ini menjadi capaian tertinggi Bulog di Jawa Timur sekaligus melampaui target penyerapan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan data operasional, jumlah tersebut setara dengan sekitar 84 ribu ton beras. Dengan capaian itu, tingkat realisasi penyerapan mencapai 110 persen dari target tahun berjalan.
Kepala Bulog Cabang Jember, Muhammad Ade Saputra, menyampaikan bahwa peningkatan serapan gabah tahun 2025 terjadi cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, realisasi penyerapan gabah petani masih berada di kisaran 20 ribu ton. “Lonjakan serapan tahun ini berada di angka 200 hingga 300 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Ade kepada awak media, Senin (5/1/2026) sore.
Ia menjelaskan, pada awal 2025 Bulog Jember ditargetkan menyerap gabah setara 59 ribu ton beras. Namun dalam perjalanannya, realisasi penyerapan terus meningkat hingga mencapai 88 ribu ton setara beras di akhir tahun.
Menurut Ade, peningkatan tersebut ditopang oleh pengadaan gabah dan beras yang lebih agresif di tingkat petani, serta optimalisasi penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Selain itu, pendistribusian bantuan pangan dan penjualan beras komersial juga berkontribusi terhadap kelancaran perputaran stok, sehingga proses penyerapan gabah dapat berjalan lebih optimal.
Memasuki tahun 2026, Bulog Jember akan menghadapi target baru seiring kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan sasaran nasional penyerapan gabah petani sebesar empat juta ton. Target tersebut akan dibagi ke seluruh wilayah kerja Bulog di Indonesia.
Ade menyebut, salah satu tantangan di Kabupaten Jember adalah keterbatasan infrastruktur pascapanen, khususnya fasilitas pengering gabah. Kondisi ini berpotensi menghambat penanganan gabah saat panen raya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bulog Jember memperkuat dan memperluas kerja sama dengan penggilingan padi swasta serta mitra lokal. Langkah ini dilakukan guna menjaga kualitas gabah petani sekaligus mempercepat proses penyerapan. “Kami terus melakukan evaluasi berdasarkan capaian tahun sebelumnya dan memperkuat jaringan kemitraan agar target penyerapan gabah dan beras pada 2026 dapat tercapai,” ujarnya.
Bulog Jember memastikan upaya penyerapan gabah tetap difokuskan pada tingkat petani, dengan tujuan menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung kesejahteraan petani di wilayah Jember dan sekitarnya. (dsm/why)


Share to
 (lp).jpg)