Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-14 21:53:45

Sering Tampil di Youtube, Puluhan Mahasiswa Kritik Bupati Lumajang

SALING DORONG: Aksi saling dorong sempat mewarnai aksi damai di depan Kantor Pemkab Lumajang Senin, (14/09/2020).

LUMAJANG,TADATODAYS.COM - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Poros Suwandak melakukan  aksi damai di depan Kantor Pemkab Lumajang Senin, (14/09/2020).

Aliansi ini terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Komunitas Peduli Lingkungan serta Lumajang Progresif. Mereka mempertanyakan janji kampanye Bupati-Wakil Bupati Lumajang sebelumnya. Selain itu, massa mengkritik Bupati Lumajang yang sering tampil di Youtube.

Baca Juga : Meski Pandemi, Satgas Tak Larang Demo di Kabupaten Probolinggo

"Bupati kita jangan hanya bermain di Youtube, mana realisasi janji kampanye dulu?" tanya Aan Robi Aziz, pada massa aksi. Aan menilai, masih banyak hal yang harus dilakukan

Baca Juga : Demonstrasi Menolak UU Cipta Kerja di Kota Pasuruan Berujung Ricuh

untuk masayarakat Lumajang. Indeks Pembangunan Manusia Lumajang masih yang terendah ke 3 di Jawa Timur. Selain itu masih ada 20 janji politik Bupati, salah satunya belom setaranya gaji guru honorer dengan Upah Minimum Provensi (UMP).

Dari pantauan Tadatodays.com, puluhan mahasiswa tersebut memulai aksinya sekitar pukul 09.00. Mereka secara bergantian menyampaikan orasi. Lama tak ditemui bupati,

sempat terjadi saling dorong antara massa aksi dengan aparat keamanan yang berjaga. Berkat kesigapan aparat, aksi itu berhasil dihalau.

Massa kemudian menggelar aksi teatrikal dengan menggambarkan adegan bupati Thoriqul Haq yang menemui petani dengan sorotan kamera. Mereka akhirnya menutup jalan yang semula boleh dilalui pengendara roda dua.

Dalam aksi itu, mereka terus meneriakkan kata-kata kritikan. Sekitar pukul 10.00 massa sempat ditemui Imam Suryadi, Asisten Pemerintahan Setda Lumajang. Imam mencoba menerima aspirasi dari massa, tapi langsung ditolak oleh orator aksi. "Kami ingin Bupati dan Wakil Bupati yang dipilih rakyat, bukan bapak yang dipilih oleh Bupati," ujar Solihin salah satu orator aksi.

Tak berlangsung lama, Imam langsung balik menuju Pemkab Lumajang. "Ya sudah kalau tidak berkenan tidak apa-apa," ujarnya. Imam menegaskan ketidakhadiran Bupati maupun Wakil Bupati. "Bapak Bupati masih ada acara di Ranupani," katanya singkat. (mm/hvn)