Soroti Lonjakan Harga Plastik, PDIP Jember Bagikan Seribu Tas Belanja dan Dorong Regulasi

Dwi Sugesti Megamuslimah
Monday, 13 Apr 2026 11:13 WIB

KANTONG: Salah satu anggota DPC PDIP Jember saat membagikan kantong belanja di Pasar Arjasa.
JEMBER, TADATODAYS.COM - Lonjakan harga kantong plastik mulai dirasakan masyarakat, terutama ibu rumah tangga di pasar tradisional. Kondisi ini menuai sorotan dari DPC PDI Perjuangan Jember dengan membagikan lebih dari 1.000 tas belanja di Pasar Arjasa, Pasar Kepatihan, dan Pasar Puger.
Ketua DPC PDIP Jember Widarto menyebut kenaikan harga plastik saat ini sudah tidak sekadar naik, melainkan berubah signifikan hingga membebani aktivitas belanja harian warga. “Ini sudah bukan sekadar naik harga, tapi ‘ganti harga’. Plastik belanja jadi mahal dan itu dirasakan langsung oleh ibu-ibu di pasar,” ujarnya Senin (13/4/2026) siang.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya tekanan baru di level konsumsi rumah tangga. Karena itu, langkah pembagian tas belanja dilakukan sebagai respons langsung sekaligus solusi alternatif bagi masyarakat.
Di sisi lain, Widarto melihat situasi ini bisa menjadi momentum untuk mengubah kebiasaan konsumsi, khususnya dalam penggunaan plastik sekali pakai. “Mahalnya plastik ini justru bisa jadi titik balik. Kita dorong masyarakat mulai terbiasa menggunakan tas belanja yang bisa dipakai berulang kali,” katanya.
Ia menilai pengurangan plastik tidak hanya berdampak pada pengeluaran rumah tangga, tetapi juga penting dalam konteks lingkungan. Plastik, kata dia, masih menjadi persoalan karena sulit terurai dan terus menumpuk.

Tak berhenti pada langkah praktis, PDIP Jember juga mendorong adanya penguatan kebijakan di tingkat daerah. Salah satu yang diusulkan adalah memasukkan pengaturan penggunaan plastik dalam revisi perda pengelolaan sampah.
Wakil ketua DPRD Jember itu menilai regulasi yang ada saat ini belum cukup komprehensif dalam mengatur persoalan plastik. Karena itu, momentum kenaikan harga dinilai tepat untuk memperkuat substansi kebijakan.
“Tidak harus perda baru, tapi bisa dimasukkan dalam revisi perda persampahan. Supaya pengelolaannya lebih menyeluruh, termasuk pembatasan penggunaan plastik,” tegasnya.
Dengan kombinasi antara perubahan perilaku masyarakat dan penguatan regulasi, ia berharap persoalan plastik bisa ditekan, baik dari sisi ekonomi rumah tangga maupun dampak lingkungan jangka panjang. (dsm/why)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)