Sosialisasi-Pelatihan KIM oleh Diskominfo Kabupaten Probolinggo (1)

Hilal Lahan Amrullah
Hilal Lahan Amrullah

Thursday, 27 Oct 2022 17:12 WIB

Sosialisasi-Pelatihan KIM oleh Diskominfo Kabupaten Probolinggo (1)

PEMBUKAAN: Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian (dua dari kiri) membuka sosialisasi dan pelatihan KIM di kantor Kecamatan Krejengan, Kamis (27/10/2022).

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo bergerak membangkitkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di daerahnya. Langkahnya ialah dengan menggelar sosialisasi dan pelatihan KIM secara bergilir. Para anggota KIM dari desa-desa dibekali ilmu jurnalistik agar kelak bisa menyebarluaskan informasi tentang segala potensi desanya melalui berbagai media. 

Kamis (27/10/2022) pagi, sosialisasi dan pelatihan KIM digelar perdana di pendapa kantor Kecamatan Krejengan. Kegiatan ini diikuti 30 peserta dari KIM enam desa di Kecamatan Krejengan.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian dan Camat Krejengan Ponirin hadir langsung dalam kegiatan itu. Sedangkan pemateri yang dihadirkan untuk pelatihan jurnalistik ini adalah Direktur Multimedia tadatodays.com Imam Wahyudi. Pelatihan dipandu Kabid Infokom Wahyu Hidayat sebagai moderator.

Dalam sambutan pembukaan, Kadiskominfo Yulius Christian menyampaikan bahwa perkembangan dunia digital saat ini luar biasa pesat. Yulius mengajak kepada para peserta pelatihan untuk memanfaatkan perkembangan digital untuk hal-hal yang positif. Sejumlah peserta didapati telah memanfaatkan media sosial atau dunia digital sebagai sarana bisnis.

"Sekarang untuk menjadi kaya, tidak harus memproduksi barang. Orang yang pintar IT itu bisa memanfaatkan HP, seperti teman saya yang hanya bermodal jejaring, sebagai market place saja, dia kulakan batik Solo, kemudian dia publish di market place-nya. Ternyata bisa laku oleh orang Sulawesi sampai Kalimantan," tutur Yulius.

Yulius berharap, kagiatan sosialisasi dan pelatihan KIM ini berkelanjutan. Anggota KIM dari desa selanjutnya diharapkan dikuatkan dengan dasar hukum, sehinggga memiliki kekuatan hukum untuk lebih berkembang kedepannya.

"Saya berharap, KIM bisa menjadi cahaya bagi masyarakt sekitar. Paling tidak, bisa meneruskan kepentingan pemerintah daerah, atau pemerintah desa masing-masing, tentang informasi pemerintahan atau pembangunan, dan hal yang menarik lainnya. Jangan sampai menyodorkan suatu informasi yang hoaks. Saya berharap kegiatan ini bermanfaat dan bisa mengedukasi masyarakat," ungkapanya.

JURNALISTIK: Direktur Multimedia tadatodays.com Imam Wahyudi berbagi ilmu jurnalistik dan prinsip dasar fotografi.

Sedangkan Camat Krejengan Ponirin menyampaikan dalam sambutannya bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Kominfo memang serius membangun informasi di desa. Ini supaya potensi-potensi di desa dapat diketahui oleh khalayak umum atau masyarakat luas. "Kenapa kita tertinggal? Ya karena kurang eksplore. Potensi-potensi yang ada di sekitar kita tidak diketahui oleh orang lain, padahal luar biasa,” katanya.

Ponirin berharap nantinya para peserta pelatihan ini dapat memberikan pemberitaan melalui media sosial, baik secara tertulis atau video. Selanjutnya, informasi tersebut diupload ke media sosial. Sehingga masyarakat luas mengetahui. "Oh ternyata di Krejengan ada batik ya. Ini perlu dieksplore terus menerus," jelasnya.

Ponirin menambahkan bahwa peserta yang rata-rata generasi milenial ini tentunya tidak asing dengan IT lagi. Pekerjaan apapun saat ini menurutnya sudah menggunakan IT. "Makanya, pelatihan ini sangat bagus. Saya harap, tidak hanya sekali, harus ada tindaklanjutnya. Nanti saya harap ada komunitas atau grup agar saling bertukar informasi dan saling komunikasi. Syukur-syukur diimbangin dengan program dari Diskominfo, sehingga ada dampaknynya bagi masyarakat," tuturnya.

BERSAMA: Para peserta sosialisasi dan pelatihan KIM berfoto bareng kru Diskominfo dan tadatodays.com.

Selanjutnya, materi jurnalistik dasar disampaikan oleh Direktur Multimedia tadatodays.com Imam  Wahyudi. Pria yang pernah mencecap pengalaman di media cetak, televisi dan online ini berbagi ilmu tentang prinsip dasar menulis berita. Selain berita, Imam Wahyudi juga menyampaikan prinsip-prinsip fotografi jurnalistik.

Diharapkan dengan materi pelatihan tersebut peserta dapat mengaplikasikan untuk mengangkat potensi yang dimiliki desanya. “Selanjutnya, unggahan-unggahan konten di sosial medianya harus sudah naik kelas ya. Beritanya menarik, dilengkapi foto yang berbicara,” kata Imam Wahyudi.  

Mia Silvia Rahman, 25, salah satu peserta dari Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan, mengaku kegiatan tersebut sangat bagus sekali. Pasalnya banyak para pemuda di desa belum mengetahui apa itu jurnalistik. Pelatihan semacam ini akan menjadi bekal bagi para peserta.

"Apalagi tadi tujuannya adalah untuk membuat jurnalistik atau berita, sehingga bisa mengangkat potensi-potensi yang dapat diketahui masyarakat luas. Harapannya nanti ada kegiatan yang berkelanjutan. Mungkin tadi seperti ada monitoring dari Diskominfo dan tadatodays.com. Nanti bisa berkolaborasi, sehingga ke depannya berdampak manfaat seperti yang diharapkan," tutur alumnus FTP Unej itu. (*/hla/why)


Share to