Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-12 17:13:32

Suami Bidan dalam Video Mesum yang Viral, Datangi Mapolres Jember

KONSULTASI: Dokter HW, suami dari bidan yang diduga pemeran wanita dalam video mesum yang viral, saat mendatangi Mapolres Jember, Kamis (12/11/2020). Ia mengaku bakal menempuh jalur hukum.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Dokter HW yang merupakan suami dari bidan yang diduga pemeran wanita dalam video mesum viral, mendatangi Mapolres Jember, Kamis (12/11/2020).

HW didampingi oleh sejumlah warga Curahnongko tiba di Mapolres Jember sekitar pukul 10.00 WIB. Dia langsung masuk ke ruang Satreskrim bagian Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA).

Baca Juga : Polres Jember Akan Buru Penyebar Video Mesum, Jika Ada Laporan

Sekitar satu jam berselang, HW keluar dari ruangan kemudian menyampaikan, bahwa kedatangannya sementara ini hanya untuk berkonsultasi. Terkait langkah hukum yang dapat ditempuh dalam kasus video mesum yang diduga melibatkan bidan yang juga istrinya bersama kepala puskesmas tersebut.

Baca Juga : Pemeran Video Panas di Jember, Terancam Sanksi Pemecatan

"Masih konsultasi terkait berkas-berkas apa yang harus disiapkan kalau mau menempuh jalur hukum," katanya.

HW yang juga bertugas di Puskemas Curahnongko menyebut, dirinya tidak mengetahui bagaimana hubungan istrinya dengan kepala puskesmas tempatnya bertugas. Dia pun mengaku terkejut dengan adanya video ini. Sebab, pemeran pria berinisial MZ itu, baru saja ditempatkan di Puskemas Curahnongko pada awal Januari 2020 lalu.

Berdasarkan desakan masyarakat yang merasa resah, HW akan menempuh jalur hukum. Namun sebelum itu, kata dia, dirinya akan berkonsultasi terlebih dahulu kepada pihak keluarga. "Jika berkas siap, saya langsung melaporkan ini ke polisi," imbuhnya.

Sementara itu, Tukirin salah satu warga yang ikut mengantar HW mengungkapkan, usai video mesum dua oknum puskemas itu viral, warga Desa Curahnongko merasa resah. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar kasus ini segera selesai sehingga situasi di masyarakat kembali kondusif.

"Warga merasa resah dengan adanya kasus ini, sehingga kami saat ini menolak kehadiran kepala puskesmas itu," pungkasnya. (as/hvn)