Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-10 18:00:12

Sungai Rejali Tertutup Abu Semeru dan Mengalir ke Permukiman, Ini Langkah Pemerintah

NORMALISASI: Sejumlah alat berat dikerahkan untuk melakukan normalisasi aliran hilir DAS Rejali yang tertutup material abu vulkanik Gunung Semeru. Selain menggunakan alat berat milik Kementerian PUPR RI, nornalisasi itu juga menggunakan alat berat milik TNI.

LUMAJANG, TADATODAYS.COM - Aliran hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejali di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Probolinggo, tertutup material abu vulkanik sejak Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12/2021) lalu. Akibatnya, air sungai dari hulu berbelok ke ladang dan permukiman warga. Untuk itu, pemerintah membendung air sungai agar tak sampai ke permukiman.

Langkah itu dilakukan dengan mengerahkan sejumlah alat berat, sejak Kamis (9/12) kemarin. Hingga Jumat (10/12), upaya tersebut masih berlangsung.

Baca Juga : Pasca Erupsi Kedua, Gunung Semeru Naik Status Jadi Siaga

Pengawas utama Bencana Gunung Semeru pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Ekik Muljianto, mengatakan bahwa aliran hilir sungai di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, tertutupi material abu vulkanik.

Baca Juga : Siswa SD di Probolinggo Lelang Lukisan untuk Korban Semeru

DIKERUK: Selain normalisasi hilir DAS Rejali, upaya lain yang dilakukan yakni mengeruk aliran sungai baru agar air tidak sampai masuk ke permukiman. Langkah lain yang dilakukan yakni dengan membuat tanggil di sepanjang aliran tersebut.

Akibatnya, air dari hulu tidak mengalir di jalur yang sebenarnya dan masuk ke ladang dan permukiman. "Nanti kami kembalikan ke tempat (aliran) semula," terangnya pada tadatodays.com, Jumat (10/12).

Menurut Ekik, pemindahan aliran sungai ke jalur semula ini merupakan alternatif kedua. Sedangkan alternatif pertamanya yakni dengan membuat tanggul. Hanya saja setiap membuat tanggul selalu diterjang oleh banjir, saat hujan lebat. "Kami juga sudah koordinasi dengan tim Zipur," ujarnya.

Akik mengatakan kalau pengerjaan pengembalian alur sungai itu sudah dilakukan sejak Kamis kemarin, dan ditarget selesai hari ini.

Namun karena cuaca mendung dan masih turunnya hujan, membuat pengerjaan tidak maksimal. Demi keselamatan, lanjutnya, terkadang pengerjaan sesekali dihentikan. "Hari ini berusaha secepatnya untuk mengalihkan aliran sungai," katanya.

Dari pantauan tadatodays.com, pada Jumat ini cuaca terpantau cerah. Karena itu, petugas memaksimalkan waktu yang ada untuk segera melakukan normalisasi DAS Rejali. (zr/don)