Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-07-06 18:08:23

Tabung Oksigen di Jember Mulai Langka, Harganya Pun Naik

KEBUTUHAN PASIEN: Don Ramdhan, memeriksa kondisi tabung oksigen di rumahnya. Menurutnya, stok tabung oksigen di Jember mulai berkurang.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Masyarakat Kabupaten Jember mulai mengeluhkan kelangkaan tabung oksigen di pasaran. Tak hanya itu, kenaikan harga tabung oksigen yang signifikan seiring lonjakan angka penyebaran covid-19, juga menambah beban masyarakat.

Seperti yang dirasakan oleh Don Ramdhan, salah satu warga Kecamatan Patrang yang keluarganya menjadi pasien positif Covid-19.  Saat ini, pasien tersebut menjalani isolasi mandiri di rumah.

Baca Juga : Tabung Oksigen Langka, Pelaku Usaha Wadul DPRD

Don menuturkan, sejak sepekan terahir dirinya kesulitan memperoleh tabung oksigen ukuran 1 dan 6 Meter kubik. Untuk mendapatkan satu set tabung oksigen dirinya harus berkeliling ke beberapa toko penyedia alat kesehatan.

Baca Juga : Permintaan Tinggi dan Harga Naik, Ketersediaan Oksigen di Kota Probolinggo Mulai Langka

Jikapun ada, untuk bisa mendapatkan tabung oksigen 6 meter kubik dirinya harus sewa. "Kita bayar uang deposit 1,3 juta, lengkap dengan membeli regulator 350 ribu dan isi oksigen 125 ribu," katanya, Selasa (6/7/2021) sore.

Kemudian, lanjut Don, uang deposit tersebut sebagai jaminan dan akan dikembalikan jika tabung selesai digunakan.

Sedangkan untuk tabung gas oksigen ukuran 1 meter kubik lengkap dengan regulatornya, kini mengalami kenaikan harga hingga 100 persen. Dimana semula hanya 1 juta rupiah, kini menjadi 1,8 hingga 2 juta rupiah. “Naiknya sejak seminggu belakangan. Kalau katanya penjual karena banyaknya permintaan,” ujarya.

Dengan kenaikan harga dan kelangkaan tabung gas oksigen untuk medis itu, pihaknya berharap agar jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan kondisi pandemi covid-19. "Jangan sampai mahal dan langka lah,” kata pria yang juga wartawa media lokal di Jember ini.

Terpisah, pengelola tempat penjualan alat medis di sekitar RS. Soebandi, Nunung, membenarkan minimnya ketersedian tabung oksigen.

Kelangkaan itu, menurutnya, bersamaan dengan meningkatnya jumlah pasien Covid-19  dalam satu bulan terahir. "Sekarang ini mulai jarang," kata Nunung.

Lebih lanjut Nunung menyampaikan, untuk pembelian tabung gas oksigen kini tidak bisa satu paket, tetapi harus terpisah. Adanya perubahan aturan pembelian per item itu,  dikarena alat medis tersebut sangat langka jumlahnya. “Harus beli tabung gasnya sendiri, trolinya dibeli terpisah, gas oksigennya terpisah, selang maskernya terpisah, dan juga regulator gasnya harus dibeli secara terpisah," katanya. (as/don)