Takjil Jember Diuji Dadakan, Balai POM: Semua Sampel Negatif Zat Berbahaya

Dwi Sugesti Megamuslimah
Wednesday, 04 Mar 2026 18:32 WIB

SAMPEL: Petugas BPOM Jember saat mengambil sampel takjil di Alun-alun Jember.
JEMBER, TADATODAYS.COM - Warga Jember bisa sedikit bernapas lega saat berburu takjil. Dari 25 sampel jajanan berbuka yang diuji secara acak, tidak satu pun ditemukan mengandung bahan berbahaya. Kepala Balai POM di Jember, Benny Hendrawan Prabowo, memastikan hasil uji cepat di lapangan menunjukkan seluruh sampel aman dikonsumsi.
Pengawasan intensif itu dilakukan mulai menjelang Ramadan 2026 dengan mengerahkan Mobil Laboratorium Keliling. Sasaran utamanya adalah sentra penjualan takjil yang ramai pembeli, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Sejumlah titik yang disasar di antaranya kawasan Alun-Alun Jember, serta lapak pedagang di Jalan Kartini dan Jalan Sultan Agung. Petugas mengambil 25 sampel beragam jenis takjil, mulai dari es cendol, cilok, bakso, siomay, hingga jajanan berwarna mencolok yang kerap dicurigai mengandung pewarna tekstil.
.png)
UJI: Petugas BPOM Jember saat melakukan pengujian mendadak pada sampling takjil.
Menurut Benny, seluruh sampel diuji terhadap kemungkinan kandungan rhodamin B, methanil yellow, boraks, dan formalin. Hasilnya, seluruhnya negatif. “Dari hasil uji cepat di lokasi, tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya pada sampel yang kami ambil. Artinya, secara umum takjil yang beredar di titik tersebut aman,” ujar Benny Rabu (4/3/2026)

Tak hanya pengujian, petugas juga melakukan pembinaan langsung kepada pedagang. Mereka diberikan pemahaman soal cara produksi pangan yang baik, pentingnya memilih bahan baku yang aman, serta menjaga higienitas selama proses pengolahan hingga penyajian.
Di sisi lain, edukasi juga menyasar pembeli. Balai POM mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip Cek KLIK, yakni Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli produk pangan olahan.
Benny menegaskan, pengawasan takjil tidak berhenti pada satu kali kegiatan. Pihaknya akan melakukan inspeksi berkala sepanjang Ramadan dengan melibatkan lintas sektor dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
“Ramadan identik dengan lonjakan konsumsi pangan siap saji. Karena itu, pengawasan kami tingkatkan agar masyarakat merasa aman saat berbuka,” tegasnya.
Meski hasil sementara menunjukkan kondisi aman, masyarakat tetap diminta waspada. Jika menemukan indikasi penggunaan bahan berbahaya atau praktik yang merugikan konsumen, warga diminta segera melapor melalui kanal pengaduan resmi BPOM.
Langkah ini, kata Benny, merupakan komitmen lembaganya untuk memastikan pangan yang beredar di Jember selama bulan suci benar-benar layak dan aman dikonsumsi. (dsm/why)


Share to
 (lp).jpg)