Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-19 20:19:27

Tenggelam di Sungai Bondoyudo, Pengamen di Jember Ditemukan Tak Bernyawa

EVAKUASI: Petugas Basarnas dan Polsek Sumberbaru mengevakuasi jasad korban tenggelam untuk kemudian dibawa ke RS Djatiroto.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Setelah dikabarkan hilang tenggelam selama 2 hari, akhirnya jenazah Hadi Sugiarto, 22, ditemukan. Warga Dusun Krajan RT 5/RW 6, Desa/Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang itu ditemukan mengambang di Sungai Bondoyudo, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Rabu (19/8/2020).

Kapolsek Sumberbaru AKP Subagiyo membenarkan penemuan jasad pemuda yang biasa mengamen di traffic light Jatiroto, Lumajang itu. “Dari laporan warga pagi tadi, sekitar jam 07.00 WIB korban ditemukan di sungai Bondoyudo dalam keadaan tertelungkup dan sudah meninggal,” katanya.

Baca Juga : Pengamen Probolinggo yang Mendaftarkan Ibunya Haji Dapat Bedah Rumah

Kompol Subagiyo menerangkan, sebelum Hadi dikabarkan tenggelam dan hilang, korban diketahui sedang mandi di sungai bersama teman-temanya. Saat sedang asyik mandi itulah, penyakit epilepsi yang diderita korban kambuh. Hal itu membuat Hadi tak bisa mengendalikan tubuhnya lalu ia tenggelam.

Teman yang berada di sekitarnya sudah berupaya menolong, namun nahas tubuh Hadi terus tenggelam ke dasar sungai. Upaya pencarian selama 2 hari penuh pun telah dilakukan Basarnas Jember. Tetapi tidak menuai hasil meski telah menyisir sungai berkali-kali.

“Sejak kemarin kami lakukan pencarian. Dimulai dari lokasi tempat kejadian musibah, kemudian menyisir sungai ke arah timur sejauh 1,5 kilometer. Sampai di Bendungan perbatasan Jember-Lumajang Jatiroto,” kata Koordinator Basarnas Jember Rudi Prahara.

Baru dua hari kemudian, ada laporan dari warga setempat bahwa jasad korban mengapung,. Karena itu, bersama relawan lainnya, ia mengevakuasi jasad Hadi ke Rumah Sakit Djatiroto. Setelah dievakuasi dan dipastikan bahwa jenazah itu benar Hadi Sugiarto, jenazah akan segera diserahkan ke pihak keluarga.

“Dipastikan benar itu adalah jasad korban. Dikenali dari wajahnya, karena tidak ada perubahan fisik apapun. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Djatiroto, selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan,” pungkasnya. (as/sp)