Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-04 21:03:26

Timses Hendy-Gus Firjaun Tuding DPT Ganda, KPU Jember Tantang Sanding Data

KLAIM: Muhammad Jaddin Wajad, timses paslon nomor urut 2 Hendy-Gus Firjaun enuding ada data ganda dalam DPT. KPU Jember siap menyandingkan data untuk menjawab tudingan.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Tim sukses paslon nomor urut 2 Hendy Siswanto-Gus Firjaun menuding ada 85.848 nama di Daftar Pemilih Tetap (DPT), ganda. Atas temuan itu, tim meminta klarifikasi dari KPU Jember. Bahkan, mereka berencana melaporkan temuannya itu ke Bawaslu.

Temuan DPT ganda itu disampaikan Muhammad Jaddin Wajad. Pria yang akrab disapa Gus Jaddin itu mengklaim temuannya valid. Sebab dari temuan tersebut, diketahui terdapat data diri pemilih, baik nama maupun tanggal lahir sama persis.

Baca Juga : Tunggu Sidang MK, Penetapan Ipuk-Sugirah sebagai Pemenang Pilbup Banyuwangi Ditunda

Bahkan, data itu ditemukan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sama. Pihaknya khawatir jika data ganda itu benar, maka akan dimanfaatkan oknum tertentu guna memenangkan salah satu paslon.

Baca Juga : Saksi Dua Paslon Tak Tandatangani Hasil Rekap, KPU Jember: Tidak Mengurangi Keabsahan

“Data temuan kami itu, ada nama dan tanggal lahirnya sama persis. Ada yang antar kecamatan, ada juga data persis dalam satu TPS yang sama," terangnya, Jumat (4/12/2020). Tak hanya meminta klarifikasi, jika temuan ganda itu benar, ia meminta KPU menghapus data tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Komisioner KPU Jember Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi Ahmad Hanafi meminta data tersebut dibawa ke KPU Jember. Dengan begitu, KPU bisa melakukan sanding data untuk memastikan kevalidan data timses Hendy-Gus Firjaun.

Menurut Hanafi, sangat sulit menemukan data ganda dalam DPT. Sebab, sebelumnya KPU telah melakukan langkah pemeriksaan data pemilih secara berulang dan ketat. Pihaknya menyebut, banyak item yang harus diperiksa.

Di antaranya, mencocokkan Nomor Induk Keluarga (NIK), Nomor Kartu Keluarga (NKK), serta nomor urut di TPS. “Agar tidak menjadi opini liar, segera di bawa ke sini (KPU Jember, Red). Kita uji temuannya," tegasnya. (as/sp)