Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-10-06 20:26:32

Tingkatkan Capaian Vaksinasi, Dinkes Probolinggo Sinergi dengan TNI, Polri dan Pesantren

PANTAU LANGSUNG: Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko dan Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi memantau pelaksanaan vaksinasi di Ponpes Nurul Hidayah, Rabu (6/10/2021). Saat ini capaian vaksinasi di Kabupaten probolinggo untuk dosis pertama mencapai 44 persen.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo melakukan upaya percepatan vaksinasi dengan menggandeng TNI, Polri, dan pondok pesantren. Hingga saat ini, capaian vaksinasi di Kabupaten Probolinggo mencapai 44 persen untuk dosis pertama dan 20 persen untuk dosis kedua.

Seperti vaksinasi yang bekerjasama dengan pondok pesantren Nurul Hidayah yang ada di Desa Sumberejo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Rabu (6/10/2021). Dalam pantauan tadatodays.com, vaksinasi itu diikuti dengan antusias oleh santri dan warga sekitar.

Baca Juga : Tuntas TM, Masanya Peserta Produksi Jingle Cegah Covid-19

Penanggungjawab vaksinasi di Kabupaten Probolinggo Mujoko mengatakan, sinergisitas dengan beberapa elemen perlu terus dilakukan. Karena mampu mendongkrak capaian vaksinasi di Kabupaten Probolinggo. Masyarakat yang awalnya takut untuk disuntik vaksin, kini mau untuk divaksin.

Baca Juga : Selain Petahana, Muncul Nama Lain dalam Pencalonan Konkab PGRI Kabupaten Probolinggo

IMBAUAN: Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko saat berbincang dengan warga yang mengikuti vaksinasi di Ponpes Nurul Hidayah. Timbul memastikan bahwa vaksin aman dan penting untuk membentuk kekebalan tubuh.

DIPERIKSA: Tim dokkes Polres Probolinggo memeriksa kondisi kesehatan warga yang mengikuti vaksinasi Ponpes Nurul Hidayah, Desa Sumberejo, Kecamatan Paiton.

Mujoko tak menampik, masih banyak masyarakat yang enggan divaksin. “Salah satu penyebabnya karena masyarakat mempercayai informasi yang mengatakan bahwa vaksin berbahaya. Padahal isu tersebut tidak benar. Karena sejauh ini, belum ada laporan di Kabupaten Probolinggo dampak negatif dari vaksin,” jelasnya.

Pria yang juga menjabat Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) pada Dinkes setempat itu mengatakan, sejatinya yang butuh vaksin adalah masyarakat. Bukan vaksin yang butuh masyarakat. karena itu, ia berharap masyarakat terbuka wawasannya dan bersedia untuk menjalani vaksinasi.

Mujoko mengatakan, Dinkes telah menyiapkan segala sarana dan prasarana untuk mengoptimalkan program vaksinasi tersebut. Total ada 1.175 vaksinator yang siap untuk melayani masyarakat.

STIMULUS: Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko dan Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi memberikan bantuan sembako pada warga yang menjalani vaksinasi. Bantuan itu diberikan agar masyarakat tak hanya menerima manfaat vaksin saja.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko saat memberikan sambutan di ponpes Nurul Hidayah itu, meyakinkan masyarakat kalau vaksin ini aman. Karena membentuk kekebalan tubuh. “Jadi tidak ada efek samping yang berarti setelah disuntik vaksin. Paling efeknya kalau tidak lapar ya ngantuk,” kataya.

Miskari, salah seorang warga sekitar yang mengikuti vaksinasi mengaku kalau baru kali ini mengikuti vaksin. Sebelumnya ia mengaku takut untuk divaksin, karena banyak beredar informasi jika vaksin berbahaya. Namun, setelah divaksin, ia mengaku tak ada efek apa-apa. “Aman kok, saya vaksin dosis pertama,” katanya.

Tak hanya mendapatkan vaksinasi, masyarakat yang mengikuti program tersebut di ponpes Nurul Hidayah, juga membawa pulang sembako. Stimulus ini diberikan agar masyarakat berbondong-bondong untuk divaksin. (*/zr/sp)