Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-22 15:38:22

Unjuk Rasa Bela Wabup Jember Kembali Digelar

LAGI: Ratusan massa kembali melakukan unjuk rasa di depan kantor Pemkab Jember, dan meminta sejumlah pejabat untuk meminta maaf atas dugaan intimidasi terhadap Wabup Jember, Abdul Muqit Arief.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Aksi unjuk rasa membela Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief, kembali terjadi. Setelah berunjuk rasa pada Senin (21/12/) kemarin di Depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, kini pada Selasa (22/12/2020) ratusan warga Jember yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Bela Kiai (KMBK) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pemkab Jember.

Seperti aksi sebelumnya, unjuk rasa ini digelar untuk merespon dugaan intimidasi yang dilakukan Kasi Datun Kejari Jember , Bupati Jember , dan Beberapa Pejabat Pemkab Jember kepada Wabup Muqit.

Baca Juga : Tuding Ikut Berpolitik, GRJ Minta Kajari dan Kasi Datun Jember Dicopot

Salah satu koordinator aksi KMBK, Iksan menjelaskan, kedatangannya ke kantor Pemkab Jember untuk mendesak agar para pejabat Pemkab Jember yang terlibat dalam dugaan intimadasi kepada Wabup Muqit, segera meminta maaf secara terbuka. Termasuk, dugaan intimidasi yang dilakukan Bupati Jember, Faida.

Baca Juga : Wabup Jember Diduga Dilecehkan, Massa Geruduk Kantor Pemkab dan Kejari

"Kami beri waktu 2x24 jam kepada yang bersangkutan untuk segera meminta maaf . Jika tidak, aksi massa yang lebih besar akan kembali digelar," ungkapnya berapi-api.

Iksan menuturkan, sebenarnya pada aksi kali ini ada ribuan massa dari berbagai kecamatan di Jember yang akan turun. Tapi berhubung pihaknya menghargai arahan dari Muqit dan Kapolres Jember, akhirnya peserta aksi hanya berjumlah ratusan.

Lebih jauh Iksan mengungkapkan, jika Bupati Jember dan para pejabat pemkab yang hadir dalam pertemuan di Kejari Jember kala itu segera meminta maaf kepada Wabup Muqit, mungkin masyarakat tidak sampai turun aksi.

"Sebagai warga Jember kami tidak ingin ulama dipersekusi. Sehingga disini ketika ada upaya intimidasi terhadap ulama, masyarakat turun untuk bersama sama menjaga marwah kiai," tambahnya.

Rencananya, aksi yang diikuti ratusan santri dari berbagai pondok pesantren itu, akan bertahan hingga sore sampai pihak-pihak yang ditunggu untuk meminta maaf menyatakan maaf didepan publik. Akan tetapi, Wabup Muqit meminta massa untuk segera membubarkan diri.

Dikonfirmasi terpisah, Wabup Jember Abdul Muqit Arief mengatakan, aksi massa yang terjadi beberapa hari ini karena adanya informasi yang tidak kondusif .

Menurutnya, keterangan antara Bupati Jember dan Kasi datun Kejari Jember berbeda tentang agenda pertemuan di kantor Kejari Jember beberapa waktu lalu.

Sehingga, lanjut Wabup, untuk menyelesaikan permasalahan ini sebetulnya bisa merujuk pada berita acara pertemuan kala itu.

Muqit mengaku dirinya sudah 3 kali meminta dokumen berita acara pertemuan di Kejari Jember, Senin pekan lalu. Tapi hingga saat ini masih belum mendapatkan salinannya. "Karena waktu itu semua yang hadir tanda tangan di berita acara itu, tapi ini belum diberikan," ujarnya.

Kendati demikian, Muqit mengimbau kepada seluruh masyarakat yang turun aksi membela dirinya tidak perlu menggelar aksi lagi.

Muqit menegaskan, bahwa dirinya masih bisa menjalin komunikasi yang baik dengan banyak pihak. Disamping itu, kondisi pandemi Covid-19 juga perlu menjadi perhatian bersama. Terlebih Jember kembali masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19. (as/don)