Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-22 19:47:21

Wabup Probolinggo Tolak Impor Beras, Bulog Pastikan Stok Cukup

AMAN: Wabup Probolinggo Timbul Prihanjoko rutin melakukan sidak untuk memastikan ketersediaan beras di gudang Bulog Klaseman. (foto Dok.)

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Rencana impor satu juta ton beras yang disampaikan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia, banyak mendapat penolakan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko.

Timbul mengatakan kalau dirinya sangat menolak adanya impor beras itu. Ia menilai rencana impor justru tidak berpihak kepada rakyat yang bekerja sebagai petani, termasuk petani di Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga : Bulog Jember Pastikan Stok Beras Aman Hingga Lebaran

Diketahui, saat ini di Kabupaten Probolinggo banyak tanaman padi yang sudah memasuki masa panen. "Juga ada yang sudah panen," katanya, Senin (22/3/2021) petang.

Baca Juga : Komisi IV DPR RI juga Menolak Impor Beras. Ini Alasannya

Timbul khawatir adanya impor nanti membuat harga beras murah, sehingga para petani rugi karena hasil panennya diambil murah.

Menurut politisi PDIP ini, impor itu boleh dilakukan dengan catatan Indonesia ini sudah kehabisan stok. "Kan kasian petani," katanya, melalui pembicaraan via seluler.

Untuk itu, ia berharap kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk memikirkan rencana impor tersebut. Ia juga meminta pemerintah agar mengontrol langsung ke petani, sehingga bisa mengetahui apakah stok beras sudah habis atau sebaliknya.

Sementara, Kepala Bulog Cabang Probolinggo Krisna Mujianto, mengaku setiap harinya Bulog mengalami pertambahan gabah 50 hingga 100 ton. Sedangkan untuk stok beras sendiri masih ada sebanyak 10.024 ton.

Stok yang ada tersebut rata-rata digunakan untuk kebutuhan selama 8 bulan penyaluran bulog cabang Probolinggo. "Stok beras di Cabang Probolinggo Mlmasih cukup," tuturnya. (zr/don)