Wagub Emil Dardak Dorong Pembelian Elpiji Subsidi Pakai KTP

Amal Taufik
Thursday, 16 Apr 2026 22:37 WIB

SIDAK: Wagub Jatim Emil Dardak saat sidak di Puspo, Pasuruan.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Praktik pengoplosan elpiji bersubsidi yang terungkap di wilayah Kecamatan Puspo, Pasuruan, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak turun langsung ke lokasi untuk memastikan distribusi elpiji kembali berjalan sesuai aturan, Kamis (16/4/2026).
Kunjungan dilakukan di Desa Kemiri, Kecamatan Puspo, lokasi yang sebelumnya diungkap aparat kepolisian sebagai tempat aktivitas ilegal pemindahan gas dari tabung subsidi ke non-subsidi. Emil menegaskan, langkah ini penting untuk menjaga agar subsidi energi tidak disalahgunakan.
Menurutnya, persoalan utama bukan hanya penindakan, tetapi juga pengendalian distribusi di lapangan. Ia menilai perlu ada mekanisme yang lebih ketat agar LPG 3 kilogram benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Salah satu yang kita dorong adalah pembelian LPG subsidi menggunakan identitas diri, supaya penyalurannya lebih tepat sasaran,” ujar Emil.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan berbagai pihak, mulai dari Pertamina hingga organisasi pelaku usaha migas, menjadi kunci dalam menjaga distribusi tetap terkendali.

Dalam kesempatan yang sama, Emil turut memantau kondisi pasokan elpiji di tingkat pangkalan. Ia memastikan tidak ada kelangkaan yang berpotensi memicu gejolak di masyarakat.
Koordinator Hiswana Migas, Dwi Hardono, menyebut pengawasan distribusi kini akan diperketat menyusul terbongkarnya kasus tersebut. Ia memastikan jalur distribusi dari agen hingga pangkalan akan terus dipantau. “Pengawasan kami perkuat di semua lini, mulai agen sampai pangkalan, agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah aparat kepolisian yang berhasil mengungkap praktik pengoplosan tersebut. Menurutnya, pengungkapan kasus ini menjadi titik awal pembenahan distribusi LPG di wilayah Pasuruan.
Saat ini, lanjut Dwi, pasokan LPG 3 kilogram di Pasuruan Raya telah kembali normal setelah sebelumnya sempat mengalami gangguan distribusi. “Ketersediaan sudah berangsur stabil. Pangkalan juga sudah menerima pasokan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya. (pik/why)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)
