Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-01 08:31:23

Wakapolres Jember: Petugas Jangan Patroli Sendirian

PERKETAT: Petugas berjaga ketat di pos pintu masuk Mapolres Jember, Rabu (31/3) malam kemarin. Hal itu, menyusul adanya serangan teroris di Mabes Polri.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pasca aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) siang, kemudian penyerangan di Mabes Polri oleh seorang teroris pada Rabu (31/3/2021) kemarin, Polres Jember memperketat pengamanan.

Pantauan Tadatodays.com pada Rabu kemarin sekira pukul 23.30 WIB, terlihat penjagaan di Mapolres Jember cukup ketat. Kondisi itu, juga terlihat di pos penjagaan polsek jajaran. Setiap pengunjung yang keluar masuk pos diperiksa oleh anggota Sabhara.

Baca Juga : Banyak Desakan karena Dosen RH Belum Ditahan, Begini Penjelasan Polres Jember

Menurut Wakapolres Jember, Kompol Kadek Ary Mahardika, upaya itu dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan. Selain itu, juga menjalankan petunjuk dan pengarahan  (jukrah) dari Polda Jatim, sebagai perpanjangan tangan amanah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga : Unej Bebastugaskan RH, Polisi Lengkapi BAP

Kata Kompol Kadek, penjagaan itu langsung dilakukan pasca aksi penyerangan teroris di Mabes Polri. "Kami sudah dapat jukrah antisipasi," kata Kadek saat dikonfirmasi di Mapolres Jember, Rabu (31/3/2021) malam.

Ia menyampaikan, jukrah dari Polda Jatim itu untuk menjaga kondusifitas keamanan di wilayah hukum Kabupaten Jember. "Kita berkoordinasi dengan TNI, dan kelompok keamanan lain di Jember," ujarnya.

Terkait koordinasi keamanan itu, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kasatlantas Polresta Banyuwangi ini menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Forkopimda Jember.

Kemudian dari kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Kadek memastikan bahwa polisi akan meningkatkan patroli dan pengamanan di gereja-gereja secara by the sistem. "Tidak boleh patroli sendiri," katanya. (as/don)