158 Hektare Sawah di Pasuruan Terendam Banjir, Terancam Gagal Panen

Amal Taufik
Friday, 27 Mar 2026 15:36 WIB

TERENDAM: Banjir yang merendam area persawahan di Kabupaten Pasuruan.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pasuruan tidak hanya berdampak pada permukiman, tetapi juga mulai menghantam sektor pertanian. Ratusan hektare lahan sawah dilaporkan terendam dalam sepekan terakhir akibat luapan air yang belum sepenuhnya surut.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan mencatat, total sekitar 158 hektare tanaman padi terdampak banjir di dua kecamatan, yakni Rejoso dan Winongan. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi petani, terutama karena sebagian besar tanaman masih dalam fase pertumbuhan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan Ainur Alfiyah menyebut genangan air terjadi di sejumlah desa sentra produksi padi, dengan sebaran dampak paling luas berada di wilayah Kecamatan Rejoso.
“Total ada 158 hektare lahan padi yang terdampak banjir. Saat ini kami terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Beberapa desa yang mengalami dampak cukup besar di antaranya Kawisrejo, Toyaning, dan Kedungbako. Di wilayah tersebut, puluhan hektare sawah terendam air dengan kondisi tanaman yang rata-rata masih berusia antara 20 hingga 80 hari setelah tanam.


Sementara di Kecamatan Winongan, genangan terjadi dalam skala lebih kecil, namun tetap menjadi perhatian karena berpotensi merusak tanaman jika air tidak segera surut.
Upaya penanganan mulai dilakukan untuk menekan risiko kerugian petani. Dinas terkait telah melakukan langkah teknis di puluhan hektare lahan agar genangan tidak merusak perakaran tanaman padi.
“Hingga saat ini penanganan sudah dilakukan di sekitar 83 hektare lahan untuk meminimalisir dampak lebih lanjut,” kata Ainur.
Meski demikian, ancaman gagal panen masih membayangi jika genangan berlangsung lama. Petugas di lapangan terus memantau perkembangan kondisi sawah sambil berkoordinasi dengan kelompok tani untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. (pik/why)



Share to
 (lp).jpg)



