Jalan di Beji Pasuruan Ambrol Diterjang Banjir, Diperbaiki Pakai BTT

Amal Taufik
Friday, 27 Mar 2026 18:25 WIB

AMBROL: Jalan ambrol diterjang banjir di Beji, Kabupaten Pasuruan.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Jalan desa di Dusun Beji, Desa Beji, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan ambrol akibat banjir. Pemkab kini tengah memperbaiki jalan tersebut agar akses lalu-lalang warga kembali normal.
Kerusakan terjadi setelah banjir menerjang wilayah tersebut beberapa hari lalu. Jalur utama menuju dusun tergerus arus air hingga tidak bisa dilalui, membuat aktivitas warga terganggu.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pasuruan langsung bergerak dengan menunjuk pelaksana proyek untuk memperbaiki jalan yang rusak. Penanganan dilakukan melalui skema darurat menggunakan belanja tidak terduga (BTT).
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pasuruan Eko Bagus Wicaksono menyebut percepatan dilakukan karena akses warga sempat terputus total. “Ini prioritas karena menyangkut mobilitas warga. Penanganannya harus cepat,” ujarnya melalui tim di lokasi, Jumat (27/03/2026).
Di lapangan, terdapat empat titik kerusakan yang harus ditangani. Titik pertama berada di Jalan Tompo Truno, akses masuk Dusun Beji, dengan panjang sekitar 20 meter, lebar 3,5 meter, dan kedalaman gerusan mencapai satu meter.


Titik kedua berada di jalur penghubung Dusun Beji dan Ketiron, dengan panjang sekitar 18 meter dan lebar 2,8 meter. Selain itu, kerusakan juga terjadi di kawasan RT 03 dan RT 04, serta pada saluran air (U-Ditch) sepanjang kurang lebih 11 meter.
Pelaksana proyek menargetkan seluruh perbaikan bisa diselesaikan dalam waktu lima hari. Pekerjaan dijadwalkan dimulai segera agar akses warga kembali normal. "Insyaallah siap dikerjakan," kata Deni, pelaksana proyek.
Warga menyambut perbaikan tersebut karena selama beberapa hari terakhir mereka kesulitan keluar masuk dusun. Namun, mereka berharap perbaikan ke depan tidak hanya bersifat sementara.
Tokoh masyarakat setempat, Muh Hidayat (48) mengungkapkan, kerusakan jalan akibat banjir sudah terjadi berulang kali. Ia mengusulkan agar jalur tersebut dibangun lebih permanen menggunakan beton atau aspal agar tidak kembali ambrol saat banjir berikutnya datang.
"Ini sudah ketiga kalinya seperti ini. Kalau bisa diusulkan di PAK 2026 dibeton atau diaspal mungkin lebih baik," kata Hidayat. (pik/why)



Share to
 (lp).jpg)



