Angin Kencang Bikin Pencari Ikan Lempuk di Ranu Grati Gigit Jari

Amal Taufik
Tuesday, 13 Jan 2026 15:57 WIB

RANU: Pencari ikan lempuk di Danau Ranu Grati.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Pasuruan dalam beberapa hari terakhir berdampak langsung pada aktivitas pencari ikan lempuk di Danau Ranu Grati. Selain membahayakan keselamatan saat melaut di danau, kondisi tersebut membuat ikan endemik Ranu Grati sulit ditangkap.
Hembusan angin yang terjadi sejak akhir pekan lalu membuat sebagian besar nelayan dan pencari ikan memilih tidak turun ke danau. Gelombang air yang tiba-tiba meninggi dinilai berisiko, terutama bagi mereka yang menggunakan perahu kecil atau sampan sederhana.
Salah satu pencari ikan lempuk, Ira Kusdiati Ningsi (40), mengaku menghentikan aktivitasnya sejak 5 hari terakhir. Menurutnya, memaksakan diri turun ke danau dalam kondisi angin kencang sangat berbahaya.
Ia juga menyebutkan, selain faktor keselamatan, ikan lempuk memang cenderung tidak muncul saat suhu air dingin akibat terpaan angin. Kondisi itu membuat hasil tangkapan hampir nihil meski keramba dan lampu pemikat telah dipasang.
Keluhan serupa disampaikan Yazir (52), pencari ikan lainnya di kawasan Ranu Grati. Ia mengatakan, dalam kondisi normal, ikan lempuk biasanya bisa dipanen dua hari sekali. Namun belakangan, hasil yang didapat jauh dari harapan. “Lampu sudah dinyalakan seperti biasa, tapi ikannya sedikit sekali yang mendekat,” ujarnya, Selasa (13/01/2025).

Ikan lempuk (Gobiopterus brachyopterus) merupakan spesies endemik yang hanya hidup di Danau Ranu Grati. Ikan berukuran kecil dengan tubuh transparan ini selama ini menjadi sumber penghidupan warga sekitar danau. Meski sulit ditangkap, harga lempuk di pasaran justru terus meningkat, berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.
Hampir seluruh hasil tangkapan lempuk dijual ke pengepul untuk diolah menjadi berbagai produk pangan, seperti lempuk krispi, pelas lempuk, kerupuk lempuk, hingga sambal dan terasi lempuk yang menjadi ciri khas daerah setempat.
Selain lempuk, Danau Ranu Grati juga dimanfaatkan untuk budidaya ikan nila dan patin menggunakan keramba. Namun, cuaca ekstrem turut berdampak pada sektor tersebut. Saat angin kencang melanda pekan lalu, sejumlah ikan nila dilaporkan mati dan mengapung di permukaan danau. “Yang masih relatif aman sekarang tinggal ikan patin,” kata Yazir.
Warga berharap kondisi cuaca segera membaik agar aktivitas di danau kembali normal. Redanya angin kencang dinilai penting agar pencari ikan bisa kembali melaut tanpa rasa waswas dan ekosistem danau tetap terjaga. (pik/why)


Share to
 (lp).jpg)


