Antisipasi Lonjakan Mudik, KAI Daop 9 Siagakan 11 Lokomotif dan Kereta Cadangan

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Thursday, 05 Mar 2026 18:30 WIB

Antisipasi Lonjakan Mudik, KAI Daop 9 Siagakan 11 Lokomotif dan Kereta Cadangan

CEK: Petugas KAI Daop 9 Jember saat melakukan pengecekan kondisi lokomotif kereta.

JEMBER, TADATODAYS.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember menyiapkan 11 lokomotif dan 109 kereta untuk menghadapi lonjakan penumpang pada masa Angkutan Lebaran 2026. Sejumlah armada cadangan juga disiagakan untuk mengantisipasi gangguan operasional di jalur Jember hingga Ketapang.

Manajer Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan satu lokomotif cadangan ditempatkan di Depo Lokomotif Jember. Selain itu, satu kereta eksekutif dan satu kereta pembangkit juga disiapkan di Depo Kereta Ketapang. “Langkah ini untuk memastikan operasional kereta tetap berjalan apabila terjadi kendala pada sarana utama,” ujar Cahyo, Kamis (5/3/2026) siang.

Ia menjelaskan, seluruh lokomotif dan rangkaian kereta yang akan dioperasikan selama masa angkutan Lebaran telah menjalani pemeriksaan teknis menyeluruh. Pemeriksaan itu dilakukan melalui perawatan berkala serta penanganan cepat jika ditemukan potensi gangguan.

Perawatan rutin meliputi pengecekan bulanan hingga tahunan di depo lokomotif, sedangkan perawatan skala besar dilakukan di Balai Yasa sesuai siklus perawatan sarana.

Tak hanya itu, armada yang disiapkan juga telah melalui uji kelaikan operasi atau ramp check bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya. “Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sarana memenuhi standar teknis dan siap dioperasikan selama masa angkutan Lebaran,” kata Cahyo.

Menurutnya, pengawasan terhadap komponen keselamatan juga diperketat. Seluruh perangkat yang masuk kategori No Go Item dipastikan berfungsi sempurna sebelum kereta diberangkatkan.

Selain itu, jajaran teknis diminta memantau ketat kondisi sistem pengereman, termasuk penggantian blok rem serta ketersediaan suku cadang agar tidak mengganggu operasional kereta saat puncak arus mudik. “Kesiapan sarana menjadi kunci agar perjalanan kereta tetap aman dan tepat waktu saat mobilitas masyarakat meningkat,” ujarnya. (dsm/why)


Share to