Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-24 22:28:52

Antusias, Lima Ribu Warga Kraksaan telah Divaksin

SCREENING: Setiap warga yang akan divaksin terlebih dahulu menjalani beberapa tahapan pemeriksaan kesehatan. Jika lolos, maka warga bisa disuntik vaksin covid-19.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Langkah Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk menekan penyebaran covid-19 melalui vaksinasi, terus dimasifkan. Utamanya pada vaksinasi tahap kedua yang saat ini menyasar para lansia dan petugas pelayanan publik.

Bahkan selama bulan ramadan 1442 Hijriyah ini, Puskesmas Kraksaan tetap melaksanakan vaksinasi secara rutin dan berkala baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua.

Baca Juga : Dinyatakan Positif Covid-19 dan Meninggal, Keluarga Mengamuk

Kepala Puskesmas Kraksaan Nuryakub menyatakan, masyarakat Kraksaan menyambut antusias adanya vaksinasi yang dilaksanakan Puskesmas Kraksaan. Sebab, sasaran vaksinasi di Kraksaan cukup tinggi dengan target pencapaiannya sebesar 99 persen.

Baca Juga : Ratusan Remaja di Kecamatan Dringu Antusias Menjalani Vaksinasi

Menurut Nuryakub, selama vaksinasi ini tidak ada kejadian yang serius, itu artinya vaksin yang disuntikkan kepada masyarakat tersebut aman dan halal. “Selama ini sasaran aman-aman saja, baik mereka yang divaksin sebelum bulan ramadan maupun di bulan ramadan,” kata mantan Kepala Puskesmas Tegalsiwalan ini.

 Adapun tentang penanganan covid-19 di Kraksaan, menurut Nuryakub, Puskesmas Kraksaan tetap melakukan 3T yaitu tracing, testing dan treatment. Nuryakub menjelaskan, dengan langkah 3T itu berarti semua pihak tidak boleh lengah, serta ikhtiar tetap dilakukan dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan di manapun berada.

 

Sedangkan untuk jumlah sasaran vaksinasi di Kraksaan lebih tinggi dari kecamatan lain di Kabupaten Probolinggo, yakni 10 ribu jiwa. Ini karena Kraksaan adalah ibukota Kabupaten Probolinggo. “Namun capaiannya baru 99 persen,” katanya. 

Saat  ini sudah sekitar 5 ribu lebih masyarakat Kraksaan yang sudah disuntik vaksin. Mereka itu, meliputi kalangan tenaga kesehatan, pelayan publik, lansia, guru madrasah dan para ustaz. 

Nuryakub berharap agar masyarakat tetap sehat, petugas juga sehat dan tetap jaga protokol kesehatan di manapun berada. “Masyarakat tidak boleh lengah, karena pandemi masih belum berakhir,” ujarnya. 

Sementara itu jadwal vaksinasi di Puskesmas Kraksaan disesuaikan dengan jumlah alokasi vaksin yang diterima dari Dinas Kesehatan setempat. Selanjutnya, puskesmas mengundang sasaran vaksinasi rutin maupun berkala yang sudah terjadwal.

Untuk jadwal vaksinasi selain bulan ramadan, pelayanannya sampai pukul 12 siang. Sedangkanselama bulan ramadan, Puskesmas Kraksaan memberikan pelayanan hingga pukul 10.00 WIB. Sesuai dengan fatwa MUI, vaksinasi tidak membatalkan puasa. 

Alur vaksinasi di Puskesmas Kraksaan harus dilalui dari meja pertama hingga meja keempat. Yaitu dari meja pendaftaran, screening, vaksinasi, dan pencatatan. 

Sementara itu, Nanang Samsul Wafi, pria 47 tahun yang merupakan karyawan BUMN mengatakan, dirinya tidak merasakan keluhan apapun setelah divaksin pada Jumat 23 April 2021. Warga Patokan Kraksaan ini merasa normal-normal saja, 10 menit setelah divaksin. 

Menurut Nanang, sebelum divaksin secara psikologi saja ada rasa grogi, tetapi setelah divaksin tidak mengalami gejala apapun. “Ya sempat grogi, tapi setelah divaksin aman,” ujar Nanang. Selanjutnya, ia dijadwalkan vaksinasi dosis kedua pada 21 Mei mendatang.

 Nanang berharap, setelah divaksin bisa menambah kekebalan tubuhnya dari covid-19. “Alhamdulillah, tambah sehat,” katanya. (*/hla/don)