Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-14 20:36:18

Banjir di Jember Meluas, BPBD Jatim Bergerak

EVAKUASI: Seorang nenek korban banjir tampak dievakuasi ke tempat yang lebih aman, sebab banjir di Jember semakin meluas.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Banjir akibat curah hujan yang tinggi di Kabupaten Jember kian meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat, saat ini ada 7 desa yang tersebar di 3 kecamatan terendam banjir setinggi kurang lebih 1 meter.

Selain aktivitas masyarakat lumpuh total, ratusan masyarakat juga harus mengungsi sementara waktu.

Baca Juga : Menumpuk, Pakaian Layak Pakai di Posko Banjir Dringu Banyak Tak Didistribusikan

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Heru Widagdo mengatakan, banjir yang merendam 7 desa di 3 kecamatan itu diakibatkan tingginya curah hujan yang terjadi selama 3 hari berturut-turut. Kodisi itu diperparah dengan daya tampung sungai yang mendangkal, sehingga mengakibatkan debit cepat air naik kemudian meluap ke permukiman penduduk. “Untuk banjir tahun ini terbesar, dibandingkan tahun-tahun kemarin," katanya, Kamis (14/1/2021).

Baca Juga : Duh! Pria Ini Sebut Bencana Dringu Karena Banyak Zina

Diketahui, sejak Selasa (12/1/2021) lalu relawan BPBD Jember dibantu TNI-Polri dan sejumlah relawan dari berbagai organisasi telah turun langsung ke lokasi banjir. Mereka melakukan evakuasi terhadap warga terdampak, dan mengungsikan ke posko yang disediakan. "Kami tempatkan di balai-balai desa, dan gedung-gedung sekolah SD," ujarnya.

Heru menyebutkan, berdasarkan data dari petugas assesmen lapang, banjir pertama kali terjadi di Kecamatan Puger dan Gumukmas, kemudian meluas ke Kecamatan Bangsalsari.

Untuk di Kecamatan Puger, banjir terjadi di Desa Grenden dan Desa Mojosari. Kemudian, di Kecamatan Gumukmas terjadi di Desa Grenden dan Mojosari. “ Yang meluap aliran Sungai Bedadung terus ke Kecamatan Bangsalsari," ungkapnya.

Haru mengatakan, untuk warga yang terdampak banjir mencapai seribu kepala keluarga (KK) lebih. Untuk di Kecamatan Puger ada 1230 KK, kemudian di Kecamatan Gumukmas 229 KK. Sampai hari ini, banjir terus terjadi karena curah hujan masih tinggi. “Dan masih terjadi luapan air sungai. Ketinggian air kisaran 30 cm sampai 1 meter," katanya.

Heru juga menambahkan, daerah terdampak banjir paling parah terjadi di Kecamatan Tempurejo. Tinggi air di wilayah tersebut sekitar satu meter “Ada 3 desa yang terdampak. Yakni Desa Andongrejo, Desa Wonoasri, dan Desa Curahnongko," katanya.

Dengan kondisi banjir yang mengepung sejumlah wilayah di Jember itu, Heru mengatakan, bahwa pihaknya juga dibantu personel dari BPBD Provinsi Jawa Timur. "BPBD Jember juga terus mengirimkan bantuan logistik," pungkasnya. (as/don)