Banjir Landa Pasuruan, Jalur Pantura Tergenang, Ratusan Rumah Warga Terendam

Amal Taufik
Wednesday, 20 May 2026 16:38 WIB

BANJIR: Banjir di Jalur Pantura Kraton.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan mulai berangsur surut, Rabu (20/5/2026). Namun, genangan masih bertahan di beberapa desa, termasuk kawasan jalur Pantura di Kecamatan Kraton yang menyebabkan arus lalu lintas tersendat sejak pagi.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pasuruan per pukul 07.00 WIB, banjir masih menggenangi sejumlah titik di Kecamatan Pohjentrek dan Kraton dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 60 sentimeter. Sementara beberapa wilayah lain seperti Purwosari, Pandaan, dan Bangil dilaporkan sudah surut.
Di Kecamatan Kraton, genangan paling parah terjadi di Desa Tambakrejo. Jalur Pantura Pasuruan–Probolinggo di kawasan tersebut terendam air setinggi 40 hingga 50 sentimeter. Selain itu, Dusun Bulu tercatat masih terdampak dengan sekitar 350 kepala keluarga terdampak banjir.
Genangan juga masih terjadi di Desa Pulokerto, tepatnya Dusun Pulodowo dengan ketinggian air 40 hingga 50 sentimeter yang berdampak pada sekitar 50 kepala keluarga. Sementara di Desa Sidogiri, air menggenangi Jalan Raya Sidogiri setinggi 20 hingga 30 sentimeter.
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Pohjentrek. Di Desa Sukorejo, banjir masih merendam Dusun Rujaksente setinggi 30 hingga 40 sentimeter dengan 195 kepala keluarga terdampak. Kemudian Dusun Suko dan Dusun Duyo masing-masing terendam 50 hingga 60 sentimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan petugas masih melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak banjir, khususnya wilayah yang berada di sekitar aliran Sungai Welang.

“Sebagian wilayah sudah mulai surut sejak pagi, namun beberapa titik masih tergenang karena debit air di sungai masih tinggi dan proses aliran ke laut cukup lambat,” ujarnya.
Menurut Sugeng, banjir di wilayah Kraton dipicu meluapnya Sungai Welang sejak Selasa malam. Luapan tersebut merendam jalur nasional hingga permukiman warga.
Akibat genangan di jalur Pantura, kendaraan roda dua hingga truk terpaksa melaju perlahan saat melintasi lokasi banjir. Bahkan beberapa pengendara terlihat memilih naik ke trotoar untuk menghindari arus air yang cukup deras.
Warga Desa Tambakrejo juga memasang pembatas jalan di sejumlah akses menuju permukiman untuk mencegah kendaraan menerobos area yang tergenang cukup dalam.
Anas, salah seorang warga Tambakrejo, mengaku aktivitas warga terganggu sejak air masuk ke rumah-rumah warga pada Selasa malam. “Air naik sejak malam dan sampai pagi belum surut total. Banyak warga tidak bisa memasak dan mencuci karena rumah masih tergenang,” katanya.
BPBD Kabupaten Pasuruan mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama apabila curah hujan kembali tinggi di wilayah hulu sungai. (pik/why)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)



