Amelia Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2022-09-03 22:09:33

Bappeda Litbang Kota Probolinggo dalam Hadipro ke-663; Gelar Produk Anvapro dan Angkat Tradisi Bibibi

BIBIBI: Keseruan kontingen Bappeda Litbang dalam Pawai Budaya Hadipro ke-663 dengan mengusung tradisi khas Kota Probolinggo, yaitu Bibibi.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Probolinggo all out menampilkan kekayaan lokal dalam peringatan hari jadi Kota Probolinggo (Hadipro) ke-663. Di event Gelar Produk dan Festival Pendalungan, Bappeda Litbang menggelar produk-produk hasil Anvapro 2022. Sedangkan di event Pawai Budaya, Bappeda Litbang menyajikan tradisi khas Kota Probolinggo yaitu Bibibi.  

Event Gelar Produk dan Festival Pendalungan dilangsungkan di Stadion Bayuangga mulai Jumat (2/9/2022). Kegiatan ini dibuka langsung Wali Kota Hadi Zainal Abidin.

Baca Juga : Bappeda Litbang Kota Probolinggo dalam Hadipro ke-663; Gelar Produk Anvapro dan Mengangkat Tradisi Bibibi

Dalam sambutannya, Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengaku bersyukur atas digelarnya kembali peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo ini. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya euforia semata, namun sebagai momentum untuk mendapatkan keberkahan bersama.

Baca Juga : Dinkes P2KB Kota Probolinggo dalam Pawai Budaya Hadipro ke-663; Tampilkan Wayang, Kampanyekan Program Pencegahan Stunting

"Alhamdulillah di Hari Jadi ke-663 ini pemerintah kota didukung oleh pihak sponsor, dapat kembali menyelenggarakan event yang tentunya sudah dinanti-nanti oleh masyarakat. Memperingati hari jadi ini tentunya bukan hanya semata-semata untuk euforia, kita mengundang semua, anak-anak yatim di Kota Probolinggo, kita berbagi, mudah-mudahan kita semua mendapat keberkahan-Nya," tutur Wali Kota.

Selanjutnya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun kembali perekonomian Kota Probolinggo seperti yang tercermin pada tema acara. "Tema ini bukan sekadar kata-kata, tetapi sarat akan makna. Saya ingin mengajak semua elemen masyarakat di Kota Probolinggo untuk bersama-sama membangun kota tercinta sesuai dengan kemampuan dan lingkup masing-masing," ajaknya.

ANVAPRO: Stan Bappeda Litbang bersama Diskominfo, Disdikbud dan Bagian Organisasi dalam Gelar Produk dan Festival Pendalungan dalam Hari Jadi Kota Probolinggo ke-663. Menyajikan para juara Anvapro 2022.

Dalam event Gelar Produk dan Festival Pendalungan ini, Bappeda Litbang menempati stan nomor 58. Di stan ini Bappeda Litbang berkolaborasi dengan 3 Perangkat Daerah lainnya, yaitu Diskominfo, Disdikbud dan Bagian Organisasi.

Di stan ini, para juara Anugerah Inovasi Probolinggo (Anvapro) 2022 gelaran Bappeda Litbang turut dilibatkan. Para juara dalam kategori Perangkat Daerah seperti Si Ijol, Portal Emas juga hadir dalam stan ini. Selain itu, dihadirkan juga juara kategori umum, seperti Batik Baremi dan Wastafel Portable.

Melalui kolaborasinya dengan 3 Perangkat Daerah, Bappeda Litbang ingin memberikan informasi kepada masyarakat umum bahwasannya di Kota Probolinggo ada inovasi kebaruan yang bisa diakses oleh masyarakat bagi yang membutuhkan. Seperti halnya Sistem Informasi Ijazah Online (Si Ijol) yaitu sebuah inovasi bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan informasi ijazah.

Kepala Bappeda Litbang Kota Probolinggo Tartib Goenawan saat ditemui di lokasi gelar produk mengatakan bahwa adanya gelar produk ini sebagai pemicu bagi perangkat daerah lain dan masyarakat untuk berlomba-lomba menciptakan sebuah inovasi. Banyak potensi di Kota Probolinggo yang perlu dikembangkan melalui sebuah inovasi, dan ini perlu mendapat apresiasi melalui gelaran Anvapro.

"Iya di momen hari jadi Kota Probolinggo (Hadipro) ke 663 ini kami ingin memotivasi Perangkat Daerah dan masyarakat umum agar mengembangkan inovasi. Kami juga ingin memberitahukan bahwa di gelar produk ini, memang secara khusus yang ditampilkan adalah para juara Anvapro," kata Tartib.

Kemeriahan peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-663 berlanjut pada Sabtu (3/9/2022). Pemkot Probolinggo menggelar Pawai Budaya, yang sudah dua tahun vakum gegara pandemi Covid-19. Pawai ini disambut antusias masyarakat Kota Probolinggo. Masyarakat kota tumplek blek memadati sepanjang rute pawai.

Pawai Budaya mengambil start dari depan kantor wali kota di Jl Panglima Sudirman, dan finish di alun-alun kota. Pawai ini juga diikuti oleh peserta dari luar Kota Probolinggo, yaitu Kota Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo. Selebihnya berasal dari Perangkat Daerah, kelurahan dan swasta di Kota Probolinggo.

Salah satu kontingen yang turut memeriahkan Pawai Budaya dalam rangka Hadipro ke-663 ini adalah kontingen dari Bappeda Litbang Kota Probolinggo. Dengan nomor urut 17, kontingen Bappeda Litbang Kota Probolinggo mengusung budaya lokal khas Kota Probolinggo, yaitu Tradisi Bibibi. Ini merupakan bentuk pelestarian tradisi lokal asli Kota Probolinggo.

Bibibi merupakan tradisi masyarakat di Probolinggo yang sangat unik. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada malam 27 bulan Ramadan. Masyarakat Probolinggo yang merupakan bagian dari masyarakat pandalungan yang memiliki dialek campuran Jawa-Madura, biasa menyebutnya "petolekoran" atau berarti dua puluh tujuh.

Tradisi Bibibi ini biasanya dilakukan dengan memberikan makanan kepada anak-anak kecil. Dahulu, makanan yang diberikan berupa kue/olahan tradisional. Seiring berkembangnya zaman banyak dari masyarakat lebih memilih memberikan snack (makanan ringan), dan saat ini pun makin banyak yang memberikan Bibibi dalam bentuk uang.

Kontingen Bappeda Litbang tampil kompak dalam menyemarakkan gelaran Pawai Budaya. Dengan memakai pakaian unik lucu dan bergaya anak kecil, peserta pawai dari Bappeda mengundang gelar tawa undangan dan masyarakat.

Saat menyajikan atraksi di titik start, aksi segerombolan “anak-anak” Bappeda Litbang yang berdandan lucu ini kemudian menyerbu panggung utama yang diduduki oleh Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Forkopimda, dan para kepala perangkat daerah. Wali Kota pun tampak kebingungan dan mencari sesuatu di mejanya untuk diberikan kepada mereka.

"Tradisi unik yang patut dilestarikan. Tadi saya bingung mau kasih apa. Di meja ada buah salak dan minuman, ya itu yang saya berikan," kata Wali Kota tentang aksi kontingen Bappeda Litbang. (*/mel/why)