Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-10-02 20:18:50

Cegah PHK, Pemkab Dampingi Perusahaan agar Lebih Adaptif

PELATIHAN: Sejumlah warga kurang mampu mendapat pendampingan dan pelatihan agar memiliki usaha di tengah pandemi.

PROBOLINGGO, TADAYODAYS.COM - Pandemi Covid-19 memukul perekonomian hampir seluruh lapisan ekonomi masyarakat. Karena itu Pemkab Probolinggo memanfaatkan sejumlah program untuk mencegah semakin banyaknya angka kemiskinan akibat pandemi. Wakil Bupati Probolinggo, H. A. Timbul Prihandjoko menyampaikan bahwa pihaknya menitik beratkan pada pencegahan kemiskinan dengan berbagai cara. Baik yang bersifat kolektif dan individu.

Pengentasan kemiskinan secara kolektif dilakukan melalui pemberdayaan terhadap kelompok usaha bersama. "Selain pendampingan program bansos, dinas sosial juga melakukan akselerasi pemberdayaan dan penguatan  Kelompok Usaha Bersama (KUBE) agar perekonomian masyarakat bisa bergerak," tuturnya, pada Selasa (29/9/2020).

Baca Juga : Kemendagri Beri Nilai Tinggi untuk Penyelanggaraan Pemerintahan di Kabupaten Probolinggo

Tak hanya itu, pemkab setempat memberikan penguat terhadap pilar-pilar sosial yang ada di masyarakat untuk melakukan pendampingan terhadap masyarakat korban PHK oleh perusahaan. Tujuannya agar dapat membuat usaha baru dengan pola kelompok usaha bersama. Saat ini sudah terdapat kurang lebih sekitar 265 KUBE di 24 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga : Pemkab Probolinggo Bakal Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Penurunan daya beli juga menjadi perhatian pemerintah. Agar roda perekonomian tetap berputar, usaha yang telah berjalan akan mendapat pendampingan. Termasuk para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang merosot pengahasilannya. Mengantisipasi hal itu pemkab setempat melakukan upaya pendampingan guna memasarkan produk milik UMKM itu.

"Kami tetap melakukan pendampingan bagi UKM melalui fasilitasi perdagangan online. Serta pembinaan agar menghasilkan produk yang adaptif dengan situasi saat ini. Seperti perbaikan kemasan produk dan usaha lainnya," jelasnya.

Meski belum ada data khusus bagi perusahaan atau Industri Kecil Menengah (IKM) yang ditutup selama pandemi, pemkab tetap melakukan upaya mengantisipasi besarnya jumlah angka PHK selama masa pandemi. Pihaknya melakukan pendekatan terhadap perusahaan agar sekiranya tidak melakukan PHK.

"Kami melakukan pendekatan ke perusahaan agar tidak melakukan PHK. Tetapi menggunakan sistem shift atau pengurangan jam kerja. Sehingga perusahaan bisa relaksasi, dan karyawan tidak diberhentikan dan tetap mendapat pengahasilan," tutup, Wabup Probolinggo yang karib disapa Timbul ini. (zr/hvn)