Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-07-18 17:18:53

Finalis Anvapro 2022; Ada Wisata Kampung Batik Baremi di RW 1 Kelurahan Sukabumi

KUNJUNGAN: Tim Anvapro 2022 mengunjungi Kampung Batik Baremi di Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Senin (18/7/2022).

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Di Kota Probolinggo ada sebuah kampung pengrajin batik yang dikembangkan sebagai destinasi wisata. Namanya Kampung Batik Baremi. Di kampung ini, ibu-ibu dari warga RW 1 , Kelurahan Sukabumi, memang memiliki aktivitas membuat batik tulis khas Kota Probolinggo.

Nah, Kampung Batik Baremi berhasil lolos masuk enam besar kategori masyarakat umum dalam event Anvapro 2022 gelaran Bappeda-Litbang Kota Probolinggo. Senin pagi (18/7/2022), tim juri Anvapro mengunjungi Kampung Batik Baremi.

Baca Juga : Bappeda Litbang Menggelar Puncak Anvapro 2022; Walikota: Yang Paling Penting dalam Berinovasi adalah Kemauan

 Penamaan Baremi dilatari lokasinya, yaitu Kampung Bremi, yang merupakan julukan dari RW 1  Kelurahan Sukabumi.

Baca Juga : Bappeda Litbang Gelar Puncak Anvapro 2022; Walikota: Yang Paling Penting dalam Berinovasi adalah Kemauan

Senin pagi itu terlihat ibu-ibu sedang membatik. Mulai dari penggambaran motif, mencanting, hingga jadi kain batik. Latar belakang dibentuknya Kampung Batik Baremi mulanya adalah agar ibu-ibu di RW satu Kelurahan Sukabumi memiliki kegiatan yang bermanfaat.

MOTIF: Kesibukan ibu-ibu di Kampung Batik Baremi, saat membuat motif batik. 

Ketua Kampung Batik Baremi Irfan Giantoro mengatakan, kampung ini sudah berdiri sejak 2019. Saat itu, di RW satu  banyak bermunculan ibu-ibu yang senang membatik. Hingga akhirnya diwadahilah kreatifitas itu di Kelurahan Sukabumi. Kini, ibu-ibu lainnya justru ikut tertarik dan berlatih membatik. “Awalnya itu hanya di kantor kelurahan, karena banyak yang tertarik jadinya sekalian didirikan kampung batik baremi ini,” jelasnya.

Di RW 1, ibu-ibunya setiap hari membatik. Menurut Irfan, inovasinya ada pada aspek pelestarian dari budaya membatik. Selain itu, ia ingin memberikan lapangan pekerjaan untuk ibu rumah tangga. Ia juga ingin Kampung Batik Baremi menjadi destinasi wisata di Kota Probolinggo.

Dengan begitu, motif Kampung Batik Baremi yang memakai ikon-ikon Probolinggo seperti barongan, lebih dikenal masyarakat luas. “Saya berharap Kampung Batik Baremi bisa terus berkembang dan dikenal masyarakat luas,” tuturnya.

Tentu saja, idenya ini berdampak baik bagi masyarakat Kelurahan Sukabumi. Kini, ibu-ibu RW 1 sudah memiliki usaha membatik mandiri, dilengkapi dengan Nomor Izin Usaha (NIB). Bahkan sudah ada yang memiliki toko dan produk batiknya terjual hingga ke luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia. (alv/why)