Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-08-08 16:50:41

Guru dan Purnawirawan Senggolan Motor, Purnawirawan Ditendang, Meninggal Dunia

KAMAR MAYAT: Jenazah Kusman saat disemayamkan di kamar mayat RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Nasib malang menimpa Kusman, 62, seorang purnawirawan warga Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Kusman meninggal dunia setelah cekcok dan sempat ditendang oleh Kasiama, seorang guru, gara-gara senggolan sepeda motor.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Lumajang atau Jalan Raya KH Hasan Genggong tepatnya di depan SDN Sukoharjo 3, Senin (8/8/2022) sekitar pukul 10.00. Dalam kejadian itu, motor Kusman bersenggolan dengan sepeda motor Kasiama, guru pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes) SDN Sukoharjo 3.

Baca Juga : Remaja Besuk Juga Jadi Korban Meninggal di Kanjuruhan

Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo Kota Aipda Anton Damei menjelaskan, berdasarkan data yang ia dapat dari saksi warga sekitar TKP, saat itu Kasiama dengan motor PCX hendak menyeberang ke sisi barat jalan untuk mengambil arus jalan ke utara. Lalu dari arah selatan, muncul Kusman yang juga mengendarai motor PCX.

Baca Juga : Cerita Rizky Dwi Yulianto, Korban Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan; Sempat Pamer Sepatu Baru sebelum Berangkat ke Malang

Kedua motor PCX itu bersenggolan. Motor Kasiama roboh menimpa motor Kusman. Motor Kusman akhirnya ikut roboh ke sisi barat jalan. Beruntung saat kejadian itu, lalu lintas tidak terlalu ramai. Warga yang melihat segera menolong keduanya.

Menurut Aipda Anton Damei, Kusman sudah meminta maaf pada Kasiama. Namun, Kasiama tidak mau memaafkan. Kasiama justru menendang Kusman hingga terjatuh ke tanah. Setelah ditendang, Kusman kejang-kejang hingga tak sadarkan diri. Kusman diduga meninggal saat dilarikan ke Puskesmas Jati. Jenazahnya kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD dr Moh. Saleh, Kota Probolinggo.

Untuk mengetahui penyebab kematian Kusman, Polresta Probolinggo bersama pihak terkait akan melakukan autopsi. "Nah, kami belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Yang jelas korban sempat kejang-kejang setelah ditendang," jelas Aipda Anton Damei.

Pihak keluarga Kusman ingin melanjutkan kasus ini, hingga ditemukan titik terang penyebab kematian. Hal itu diungkapkan Ahmad Zulfikar Alfianto, keponakan Kusman. Ia mengatakan kepada tadatodays.com, pihaknya tidak terima apabila kasus ini hanya berhenti secara kekeluargaan. "Dari kami pasti lanjut, nggak bakal mundur," katanya. (alv/why)