Harga Cabai Rawit di Jember Melejit Jelang Ramadan, Pasokan Seret Akibat Cuaca

Dwi Sugesti Megamuslimah
Wednesday, 18 Feb 2026 18:32 WIB

RAWIT: Cabai rawit yang ada di salah satu lapak pedagang di Pasar Tanjung, Jember.
JEMBER, TADATODAYS.COM - Menjelang Ramadan 1447 H, tekanan harga bahan pokok kembali dirasakan warga Jember. Cabai rawit menjadi komoditas paling mencolok setelah harganya melonjak hingga Rp 100 ribu per kilogram dalam beberapa hari terakhir, dipicu pasokan yang menurun drastis dari tingkat petani.
Lonjakan harga itu terpantau di sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Tanjung. Pedagang mengaku stok cabai yang masuk ke pasar jauh lebih sedikit dibanding hari normal.
Salah satu pedagang cabai di Pasar Tanjung, Katiyem, menyebut keterbatasan kiriman dari sentra produksi menjadi pemicu utama kenaikan harga. “Sekarang cabai susah, stok yang masuk ke pasar sedikit sekali. Biasanya ramai, tapi ini jauh berkurang,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Ia menilai faktor cuaca menjadi penyebab utama terganggunya produksi cabai di tingkat petani. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir disebut merusak tanaman cabai dan menurunkan hasil panen secara signifikan. “Banyak cabai di petani rusak kena hujan, panennya jadi turun. Akhirnya harga ikut naik,” tambahnya.

Kenaikan harga juga merambat ke komoditas bumbu dapur lain. Bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp 30 ribu – Rp 35 ribu per kilogram kini naik ke sekitar Rp40 ribu. Sementara tomat turut merangkak dari Rp 8 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilogram.
Kondisi ini terasa semakin berat karena bertepatan dengan meningkatnya kebutuhan bahan masakan selama Ramadan. Permintaan yang naik tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan yang stabil.
Pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik agar produksi petani kembali normal dan distribusi ke pasar kembali lancar. Di sisi lain, masyarakat dihimbau lebih bijak mengatur belanja kebutuhan dapur selama Ramadan agar pengeluaran tetap terkendali. (dsm/why)


Share to
 (lp).jpg)
