Hari Kelima Pencarian, Korban Terseret Ombak Pantai Papuma Jember Belum Ditemukan

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Wednesday, 01 Apr 2026 18:27 WIB

Hari Kelima Pencarian, Korban Terseret Ombak Pantai Papuma Jember Belum Ditemukan

SAR: Tim SAR gabungan saat pencarian korban terseret ombak di Pantai Papuma. (Foto: BPBD Jember)

JEMBER, TADATODAYS.COM - Operasi pencarian korban terseret ombak Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Jember, Rabu (1/4/2026) memasuki hari kelima. Hingga Rabu sore, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban yang dilaporkan hilang sejak akhir pekan lalu.

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, pencarian dilakukan secara intensif dengan membagi tim ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Metode yang digunakan meliputi penyisiran laut, darat, hingga pemantauan udara.

“Tim gabungan sudah melakukan upaya maksimal sejak hari pertama. Pencarian hari ini kami bagi menjadi tiga SRU, mulai dari penyisiran laut menggunakan perahu karet, darat di sepanjang pantai, hingga pemantauan udara menggunakan drone,” ujar Edy saat dikonfirmasi pada Rabu sore.

Korban diketahui bernama Mohammad Sheva Yusuf (22), warga Cianjur, Jawa Barat. Ia dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat berada di area terlarang di sekitar tebing Siti Hinggil, Pantai Papuma, pada Sabtu (28/3/2026) pagi.

Peristiwa itu bermula saat korban bersama dua rekannya nekat mendekati bibir pantai di zona larangan pengunjung. Saat sedang berswafoto, gelombang besar tiba-tiba datang dan menyapu ketiganya. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara korban terseret arus dan hilang.

Edy menegaskan, kondisi gelombang laut di lokasi cukup berisiko, dengan ketinggian mencapai 1 hingga 2,5 meter, meski cuaca terpantau cerah. “Area tersebut memang termasuk zona berbahaya dan sudah diberi tanda larangan. Kami kembali mengimbau pengunjung untuk tidak mendekati titik-titik rawan, apalagi saat kondisi gelombang tinggi,” tegasnya.

Rabu pukul 16.00 WIB, operasi pencarian resmi dihentikan sementara. Keputusan itu diambil berdasarkan koordinasi antara Basarnas dan seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat.

Selanjutnya, tim akan melakukan pemantauan selama dua hari ke depan untuk mengantisipasi kemungkinan korban muncul di sekitar lokasi.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur. Di antaranya ialah BPBD Jember, Basarnas Pos Jember, TNI-Polri, Perhutani, relawan, serta keluarga korban.

Meski belum membuahkan hasil, tim memastikan akan tetap melakukan pemantauan secara berkala.

“Kami tetap siaga melakukan pemantauan. Jika ada tanda-tanda keberadaan korban, operasi bisa dibuka kembali,” kata Edy. (dsm/why)


Share to