Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2020-07-24 12:16:44

Inovasi SMKN 1 Kota Probolinggo, Belajar Daring Manfaatkan TV Edukasi, Bikin Video Kreatif Atasi Kejenuhan

TATAP MUKA: Melalui pembelajaran daring, guru dan murid SMKN 1 Kota Probolinggo bertatap muka melalui aplikasi zoom dan Webex.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pandemi Covid-19 yang belum berakhir membuat sekolah terus berinovasi. Pembelajaran daring bukan membuat guru santai, namun harus bekerja ekstra keras agar siswa tidak jenuh mengikuti pembelajaran. Termasuk di SMKN 1 Kota Probolinggo. Guru-guru di SMKN 1 memanfaatkan aplikasi Filmora, Camtasia dan ScreenOmatic untuk membuat tutorial pembelajaran.

Tutorial pembelajaran yang dibuat salah satunya Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan pembelajaran lainnya. "Semua sesuai dengan jurusan masing-masing," ujar Kepala SMKN 1 Kota Probolinggo Dwi Anggraeni saat ditemui di kantornya, Selasa (21/07).

Baca Juga : Potong Kompas Layanan Berbelit, Lewat Aplikasi Berbasis IT

Eni, begitu wanita ini biasa disapa, mengatakan sejak pandemi Covid-19 guru di sekolah memanfaatkan platform Google Clasroom untuk pembelajaran Virtual utama. Lalu Google Form untuk absensi siswa dan Teacher Id Pro untuk administrasi guru. "Intinya dengan aplikasi Teacher Id Pro memudahkan absensi dan nilai siswa. Aplikasi ini outputnya berupa excel, nanti nilai dan absensi bisa di-share ke kepala sekolah juga," tegasnya.

Baca Juga : Inovatif, Dinas Pendidikan Gunakan Pembelajaran Komunitas Berbasis Tempat Tinggal Terbatas

Meski belajar online atau daring (dalam jaringan), ada biaya yang harus dikeluarkan utamanya untuk paket data yang tidak ada perangkat wifi di rumah. Menyiasati itu, sekolah berhemat menggunakan aplikasi pakai live streaming lewat Youtube. "Kalau pakai Youtube enak, tidak terlalu mahal. Selain itu bisa dinikmati (dilihat) berulang-ulang. Kalau ada siswa yang internetnya lemot atau mati tiba-tiba internetnya mereka bisa melihat ulang," terang mantan Kepala Sekolah SMKN 7 Jember ini.

Selain itu, sekolah menggunakan aplikasi Zoom dan Webex. kalau Zoom free hanya 40 menit dan beberapa menit harus mengulang, sementara Webex sejak Juli 2020 sudah berlaku 50 menit dan tidak terkendala. "Aplikasi Webex jarang ngadat, itu kelebihannya. Ada juga Webex yang bisa digunakan sampai 1.000 orang lebih. Dulu, waktu belum ada banyak pengguna aplikasi ini bisa sampai 10 jam. Ketika banyak pengguna dan kebutuhan mulai banyak maka mulai berubah, hanya 50 menit," lanjut wanita berkacamata ini.

Tidak hanya itu, dirinya juga menggunakan Google Meet. Jadi sarana berbagai model pembelajaran sudah dicoba di sekolah. Pembelajaran virtual memang menjadikan guru harus beradaptasi dengan lingkungan baru. "Alhamdulillah, semua bisa mengikuti, meski masih ada yang sedikit tertinggal namun bisa menyesuaikan berkat kerjasama dan komitmen ingin bisa dan biasa. Tapi kalau yang tidak tahu sama sekali sudah tidak ada. Semua bisa menyesuaikan," tegasnya.

Sebagai kepala sekolah, Dwi Anggraeni sudah memberikan penyegaran terkait perkembangan teknologi ditengah pandemi. "Prinsipnya semua harus bisa menyesuaikan diri dengan sistem daring," ujarnya.

Dengan pembelajaran virtual, guru saat ini aktif membuat tutorial pembelajaran terutama untuk materi pembelajaran produktif yang seharusnya dilakukan tatap muka.

Misalnya, praktik RPL. Mestinya, di sekolah tapi karena pandemi ya tetap dilakukan di rumah. Untuk memberikan pemahaman pada siswa secara detail, guru membuat video tutorial untuk materi dalam tv pendidikannya.

Selain tv pendidikan, SMKN 1 Kota Probolinggo juga menggunakan media podcast radio music untuk pembelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Agama dan pelajaran lain. Podcast ini mengandalkan suara guru yang dapat didengarkan berulang-ulang.

 "Jadi awalnya guru memberikan materi tutorial. Kemudian selanjutnya siswa diberi studi kasus atau project based learning. Mereka membuat aplikasi finger print, jadi mereka juga membuat video juga atas hasil kreatifitasnya tentang tata cara membangun aplikasi finger print," jelasnya.

Terkadang, lanjut Dwi, siswa lebih hebat dari guru. Mereka biasanya belajar sendiri melalui Youtube. Untungnya, sebelum belajar online. Sekolah sudah familiar dengan IT. SMKN 1 menerapkan paper less atau sekolah tanpa kertas. "Semua berbasis IT, jadi ketika ada tuntutan daring bisa cepat beradaptasi," ucapnya.

Saat ini, sejak awal masuk pembelajaran, siswa menggunakan kelas online melalui Webex maupun streaming di Youtube. Jadi kalau sebelumnya disiplin siswa rendah, sejak awal masuk semua menggunakan seragam saat sedang memulai daring. itu salah satu bagian mendisiplinkan siswa. 

"Bapak-ibu guru pakai seragam dinas, siswa pakai seragam sekolah. Jadi kayak tatap muka gitu," katanya.

Sementara itu siswa belajar online mulai pukul 07.00 sampai jam 13.00. ada lima mapel (mata pelajaran) yang diajarkan, setiap mapel selama satu jam. "Saat belajar siswa bisa berkomunikasi seperti tatap muka, yang ingin tahu gurunya mengajar bisa melihat," tegasnya.

Waka Kurikulum Anton Hartono menambahkan, sekolah juga menggunakan TV edukasi lewat Streamyard.

"Jadi kalau guru ingin broadcast pembelajaran maka bisa online lewat Youtube dengan siswa," ujarnya.

Katanya, administrasi guru d lewat Teacher Id Pro. Teacher Id Pro merupakan aplikasi berbasis android. Aplikasi  bisa didonwload di masing-masing hp guru. Kelebihannya, di dalamnya ada jurnal mengajar, absensi siswa,

serta rekap nilai siswa. "Awalnya ide menggunakan Teacher Id Pro dari bu Kasek, kok ternyata enak, ya akhirnya kita pakai," ujarnya.

Secara sistem, dirinya punya tugas menkoordinir Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Semua kelas online sudah berjalan efektif, Bahkan hampir 95 persen siswa sudah mengkuti pembelajaran. "Kendalanya hanya internet saja," Katanya.

SMKN 1 Probolinggo sendiri sempat menjadi tuan rumah untuk pelatihan Kelas Online Berbasis Kolaborasi. Peserta yang daftar sekitar 1.130 se-Indonesia.

"Jadi materi dibroadcast di sini, kegiatan itu melibatkan guru, dan pengawas se-Jatim," pungkasnya. (mm/hvn)